Pilkada Serentak Lima Hari Lagi, Polri Kawal Daerah Rawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru memasukan logistik ke dalam kotak suara untuk Pilkada Walikota Pekanbaru, di Pekanbaru, Riau, 7 Februari 2017. KPU Kota Pekanbaru menyiapkan logistik pilkada untuk 1.796 TPS. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru memasukan logistik ke dalam kotak suara untuk Pilkada Walikota Pekanbaru, di Pekanbaru, Riau, 7 Februari 2017. KPU Kota Pekanbaru menyiapkan logistik pilkada untuk 1.796 TPS. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyatakan siap mengamankan pemilihan kepala daerah serentak pada 15 Februari 2017 di seluruh Indonesia. Meski menyerahkan pengamanan pada kepolisian daerah dan kepolisian resor setempat, Polri siap memberikan bantuan pengamanan jika dibutuhkan.

    "Jika sewaktu-waktu membutuhkan personel lebih besar mereka sudah siapkan semua. Sudah juga lapor mana yang butuh back-up Mabes Polri," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat, 10 Februari 2017.

    Baca juga:
    Gambar Palu-Arit Tersebar di Pamekasan, Polri Duga Provokasi
    Andika Kangen Band Dilaporkan Istrinya ke Polisi, Kasus Apa?

    Hingga saat ini, Boy mengatakan 150 ribu personel telah disiapkan untuk mengamankan pilkada serentak di seluruh Indonesia. Seluruh kapolda telah diberi arahan untuk mengamankan pilkada ini. Para kapolda ini juga yang nantinya akan menentukan status siaganya masing-masing di daerahnya.

    Boy mengatakan saat ini, sejumlah daerah memang tergolong memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi dalam menghadapi pilkada. "Termasuk DKI wilayah rawan, Aceh, Papua Barat, Provinsi Maluku. Di sana ada lima kabupaten/kota yang laksanakan. Jadi sudah terpetakan dan para kapolda sudah menilainya masing-masing," tutur Boy.

    Selain dari Polri, Boy mengatakan bantuan pengaman juga telah disiapkan dari pihak TNI. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menyatakan komitmennya untuk menjaga pilkada serentak bisa berjalan secara demokratis dan aman.

    Baca juga:
    JK: Doa dan Istigasah di Aksi 112 Tidak Dilarang Pemerintah
    Wanita Ini Rekam Pengakuan Sang Ayah yang Memperkosa Dirinya

    "Sudah saya perintahkan kepada seluruh komandan kodim, korem, pangdam, mendukung penuh apa yang diperlukan Polri di mana pun berada. Apabila terjadi sesuatu, perlu penambahan, segera bantu, laporan belakangan," kata Gatot saat ditemui di lokasi yang sama.

    Boy menambahkan, pilkada serentak akan bisa terlaksana dengan aman dan nyaman jika masyarakat juga turut berpartisipasi. Ia mengimbau masyarakat agar ikut menjaga suasana pilkada yang kondusif dan aman.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.