Rizieq Minta Tunda Pemeriksaan, Polda Tunggu sampai Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab memberikan keterangannya di depan awak media saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Kedatangan Rizieq Shihab ke olda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Rizieq Shihab memberikan keterangannya di depan awak media saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Kedatangan Rizieq Shihab ke olda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, mengatakan ketidakhadiran kliennya terkait dengan panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam kasus penghinaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden RI pertama Sukarno lantaran ingin menjaga situasi kondusif menjelang hari pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada Rabu, 15 Februari 2017.

    "Habib (Rizieq) insya Allah tidak hadir karena menjaga situasi kondusif yang sudah membaik menyambut pilkada DKI. Kalau beliau datang, nanti ramai dan tidak kondusif se-Indonesia," ucap Kapitra, Jumat, 10 Februari 2017.

    Baca: Kasus Penghinaan Pancasila, Rizieq Minta Pemeriksaan Ditunda

    Menurut Kapitra, kliennya ingin lebih dulu menyukseskan hajatan demokrasi masyarakat DKI Jakarta yang akan melaksanakan pilkada. "Kami ingin menyukseskan dahulu pilkada. Kami mohon kepada Polda Jawa Barat untuk menunda pemeriksaan ini sampai pilkada selesai," ujarnya.

    Kapitra menuturkan kondisi Rizieq saat ini baik-baik saja. Pemimpin FPI itu baru akan memenuhi panggilan Polda Jawa Barat setelah pilkada DKI selesai. "Nanti habis pilkada saja," ucapnya.

    Baca: Jika Pemeriksaan Kedua Rizieq Mangkir, Polisi: Kami Jemput

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan tidak ada alasan bagi Rizieq tidak menghadiri panggilan Polda Jawa barat. Pihaknya masih menunggu kehadiran Rizieq hingga tengah malam nanti.

    "(Pilkada) enggak ada hubungannya dengan proses hukum di Polda Jawa Barat. Seharusnya tidak menjadi alasan. Panwaslu bukan, dia mau bikin kacau," ujar Yusri.

    AMINUDIN A.S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...