Aksi 112, Mengapa FUI Bawa Pendekar Betawi dan Banten?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berada diatas mobil komando saat melakukan long march dikawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, 4 November 2016. Dalam aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mereka menuntut dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berada diatas mobil komando saat melakukan long march dikawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, 4 November 2016. Dalam aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mereka menuntut dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski aksi 112 akan dijaga polisi, Forum Umat Islam tetap memutuskan untuk membawa pasukan pengamanannya sendiri. Menurut Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khaththath, pasukan pengamanan yang dibawa FUI itu terdiri atas massa Front Pembela Islam, anggota Tapak Suci, pendekar Betawi, dan pendekar Banten.

    Baca juga
    Aksi 112, FUI Bawa Ribuan Pendekar Betawi dan Banten
    Aksi 112 di Jakarta, 30 Bus Siap Berangkat dari Palembang

    "Adanya pendekar untuk memastikan tidak ada massa provokator yang menyelinap masuk ke aksi 112," ujar Muhammad saat memberikan keterangan pers aksi 112 di Masjid Al-Furqan, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.

    Apalagi, jika mengingat bahwa di hari yang sama akan digelar dua kampanye peserta pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut Muhammad, ada sekitar 10 ribu pasukan pengamanan yang dibawa FUI.

    Aksi 112 adalah aksi yang digelar FUI dan gabungan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam untuk merespons situasi politik Indonesia akhir-akhir ini. Beberapa hal yang akan mereka tekankan dalam aksi itu adalah tanggapan terhadap perkara yang menjerat sejumlah ulama FPI hingga proses hukum terhadap terdakwa kasus penistaan agama, yaitu Basuki Tjahaja Purnama.

    Baca juga:
    Ada Aksi 112 dan Aksi 152, Apa Bedanya?

    Aksi 112 diklaim akan diikuti lebih-kurang 100 ribu orang. Mereka berasal dari FPI, FUI, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, dan masih banyak lagi. Dan, rencananya, hanya akan dilangsungkan di Masjid Istiqlal setelah FUI dilarang menggelar long march oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya.

    Terakhir, Muhammad menyerukan peringatan bahwa provokator jangan coba-coba mendekati aksi 112. "Kami doakan (provokator) sakit gatel-gatel, sakit perut, stroke. Enggak bisa jalan lho kalau stroke," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.