Kasus Rizieq, Setelah Hina Pancasila lalu 'Campur Racun'  

Reporter

Ekspresi pimpinan FPI, Rizieq Syihab usai pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya, 23 Januari 2001. Ia diperiksa terkait pernyatan logo Palu-arit di uang edisi terbaru. TEMPO/Maria Fransisca

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan pihaknya baru menangani satu kasus yang menyangkut pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, yaitu penghinaan pada lambang negara Pancasila.

Selain kasus itu, Anton menambahkan, Polda Jawa Barat masih menangani satu lagi kasus Rizieq, yaitu memelesetkan salam khas Sunda. "Sampurasun" menjadi "campur racun".

"(Ada) dua saja, dengan ‘campur racun’ itu. Satu-satu lah, biar bertahap," ujar Anton di Bandung, Kamis, 9 Februari 2017.

Baca: Kasus Rizieq di Jabar, dari 'Campur Racun' sampai Soal Tanah

Sebelumnya, Anton mengatakan soal ucapan "campur racun" itu sempat dihentikan, tapi ada lagi yang melaporkan. Menurut dia, pelapornya adalah gabungan dari berbagai elemen. Karena ada laporan itu, maka Polda Jawa Barat kembali membuka kasus tersebut.

Selain dua kasus itu, Rizieq tersangkut kasus dugaan penyerobotan dan pemilikan tanah negara tanpa hak di Megamendung, Bogor. Namun, menurut Anton, kasus ini ditangani langsung oleh Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. "Ditangani oleh Bareskrim, ada pelaporannya," kata dia.

Baca: Diperiksa Sebagai Tersangka, Rizieq Diminta Tak Bawa Massa

Sedangkan, pihak kepolisian juga tengah menangani kasus dugaan perusakan markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bogor yang diduga melibatkan massa FPI. “Yang di Bogor itu masih dikembangkan, ada beberapa yang belum tertangkap, yaitu yang menyuruhnya, karena dari HP itu ada orang yang menyuruh dia melakukan hal tersebut,” kata Anton.

Anton mengatakan Kepolisian Resor Bogor sudah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk tiga orang. Namun dia menolak menyebutkan identitas ketiganya itu. “Untuk tiga orang, (namanya) rahasia, nanti saja kalau sudah ketangkap. Dari anggota pengurus FPI,” katanya.

AHMAD FIKRI

Baca juga:
FPI Bantah Aksi 411 dan 212 Gunakan Hasil Penggelapan Dana
Pelesiran Napi Sukamiskin, Satu Polisi Diperiksa Propam






Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

1 hari lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

1 hari lalu

Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

Observatorium Bosscha genap berusia 100 tahun. Astronom BRIN cerita polusi cahaya parah dari Kota Bandung.


Wacana Perda LGBT di Kota Bandung, Ini Pro dan Kontranya

5 hari lalu

Wacana Perda LGBT di Kota Bandung, Ini Pro dan Kontranya

DPRD Kota Bandung mewacanakan perancangan Perda LGBT. Ada yang mendukung, dan ada pula yang menolak.


Kota Bandung Rencanakan Konversi Angkot jadi Mikrobus

5 hari lalu

Kota Bandung Rencanakan Konversi Angkot jadi Mikrobus

Pemerintah Kota Bandung merencanakan konversi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus mulai 2024.


Cuaca Hari Ini Menurut BMKG: Suhu di Bandung 17 Derajat

17 hari lalu

Cuaca Hari Ini Menurut BMKG: Suhu di Bandung 17 Derajat

Prediksi cuaca hari ini, Sabtu 14 Januari 2023, oleh BMKG untuk kota-kota besar di Indonesia diwarnai oleh kisaran suhu udara 17-34 derajat Celsius.


Cuaca Ekstrem, Bandung Raya Lebih Dingin Sampai Tahun Baru

32 hari lalu

Cuaca Ekstrem, Bandung Raya Lebih Dingin Sampai Tahun Baru

Di banyak wilayah di Indonesia, libur Natal dan Tahun Baru kali ini disertai cuaca ekstrem.


Libur Nataru, Kota Bandung Prediksi Dikunjungi 1,18 Juta Orang

40 hari lalu

Libur Nataru, Kota Bandung Prediksi Dikunjungi 1,18 Juta Orang

Pemerintah Kota Bandung memperkirakan pada musim libur Natal dan Tahun Baru ini akan mendapat kunjungan hingga 1,18 juta orang.


Tangkap Haters Dewi Perssik, Polres Depok: Kami Fasilitasi Pertemuan

42 hari lalu

Tangkap Haters Dewi Perssik, Polres Depok: Kami Fasilitasi Pertemuan

Polres Metro Depok akan fasilitasi pertemuan pendangdut Dewi Perssik dengan haters berinisial MZ. Pertemuan ini adalah tindak lanjut laporan Dewi.


Dito Mahendra 3 Kali Mangkir di Sidang Nikita Mirzani, Hakim Perintah Jaksa Hadirkan Paksa

43 hari lalu

Dito Mahendra 3 Kali Mangkir di Sidang Nikita Mirzani, Hakim Perintah Jaksa Hadirkan Paksa

Kuasa hukum Nikita Mirzani mengapresiasi perintah hakim agar Dito Mahendra dihadirkan paksa karena kliennya dirugikan dengan ketidakhadiran saksi.


Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

55 hari lalu

Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

Polda Metro Jaya perketat pengunjung, namun tidak mengurangi pelayanan usai bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Rabu pagi tadi.