Panitia Minta Maaf ke Penerima Penghargaan Hari Pers  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo HPN 2017 (HPN)

    Logo HPN 2017 (HPN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pusat Hari Pers Nasional meminta maaf kepada seluruh penerima penghargaan di Hari Pers Nasional (HPN) 2017. Mereka adalah penerima penghargaan Adinegoro, Jurnalisme Kepeloporan, dan penerima Press Card Number One.

    Permintaan maaf disampaikan lantaran piagam penghargaan itu tak bisa diserahkan langsung di depan Presiden Joko Widodo dalam acara puncak HPN di Lapangan Polda, Tantui, Ambon.

    Ketua Panitia Pusat HPN, M. Ihsan, mengatakan piagam dan piala serta berbagai bentuk penghargaan termasuk pengumuman PCNO tersebut tidak dapat diserahkan di hadapan Presiden Jokowi lantaran ada salah komunikasi.

    "Panitia Pusat HPN meminta maaf kepada seluruh penerima penghargaan di HPN 2017. Karena adanya mis komunikasi, piala dan piagam tidak bisa diberikan langsung di hadapan Presiden Jokowi," kata Ihsan.

    Menurut dia, sebelum puncak acara panitia telah mempersiapkan para penerima penghargaan akan tampil di panggung untuk menerima penghargaan, tapi akibat salah komunikasi penghargaan tersebut batal diterima. "Akibat mis komunikasi, semua rencana itu tidak terlaksana bahkan Panitia Pusat sendiri terkejut ketika masalah ini terjadi," katanya mengungkapkan.

    Informasi yang dihimpun Tempo, sejumlah orang yang menerima penghargaan merasa kecewa, bahkan ada yang komplain kepada pihak panitia. Untuk itu, panitia menjadwalkan akan memberikan penghargaan kepada pemenang Adinegoro dan Jurnalisme Kepeloporan, di Jakarta dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan, kedua penghargaan tersebut sangat penting, sebagai apresiasi tertinggi bagi orang-orang yang telah menunjukkan prestasi luar biasa di bidang karya jurnalistik.

    "Wujud penyesalan dan tanggung jawab, panitia akan menjadwalkan upacara penyerahan piagam dan piala dalam waktu dekat. Kami berharap peristiwa ini tidak mengurangi semangat untuk terus berkarya menghasilkan produk jurnalistik yang baik," kata Ihsan.

    RERE KHAIRIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.