Aksi 112 di Jakarta, 30 Bus Siap Berangkat dari Palembang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan konvoi menuju Polda Metro Jaya melintasi kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, 23 Januari 2017. REUTERS/Beawiharta

    Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan konvoi menuju Polda Metro Jaya melintasi kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, 23 Januari 2017. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Palembang - Puluhan bus disiapkan di Palembang, Sumatera Selatan, untuk mengangkut massa aksi 112 ke Jakarta. Selain itu ada juga dari sejumlah majelis taklim yang berangkat menggunakan mobil pribadi dan pesawat terbang.

    Baca juga: Aksi 112 di Jakarta, Polda Jawa Barat: Sudahkah

    "Informasi awal setidaknya akan diberangkatkan dengan menggunakan 30 bus," kata Sekretaris Front Pembela Islam Sumatera Selatan, Mahdi, Kamis, 9 Februari 2017.

    Aksi 112 akan digelar oleh Forum Umat Islam pada Sabtu mendatang. Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khaththath menyampaikan bahwa aksi 112, yang digelar Sabtu, akan berlangsung dari pagi hingga sore. Adapun kegiatan pertamannya berupa salat Subuh berjamaah.

    Menurut Mahdi, keberangkatan massa ke Jakarta sebagai bentuk perjuangan menegakkan kebenaran dari umat Islam. Dengan modal sendiri-sendiri atau tanpa donatur, ia berharap aksi dapat berjalan lancar.

    Baca juga: Aksi 112, Polda Metro Melarang, Menteri Wiranto Membolehkan

    Secara terpisah Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Agung Budi Martoyo mengadakan silaturrahmi dengan ulama se-Sumatera Selatan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta ormas lainnya.

    Agung mengatakan acara digagas dalam rangka menjaga keamanan di Sumatera Selatan khususnya dan nasional secara umum. "Kami ingin memperkokoh ukhuwah untuk merawat NKRI," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.