Cuaca Buruk, Warga Kepulauan Sumenep Telantar di Pelabuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.COSumenep - Sudah hampir sepekan puluhan warga Pulau Kangean tertahan di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Mereka tidak bisa pulang karena nakhoda kapal penumpang tidak berani berlayar akibat cuaca buruk. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan ketinggian gelombang di perairan kepulauan Sumenep berkisar 2-4 meter. 

    Huda, salah satu penumpang, menuturkan, selama bermalam di pelabuhan, dia merugi karena sayuran dan buah-buahan yang hendak dibawa ke Kangean membusuk. Selama di pelabuhan, biaya hidup juga bertambah karena segala kebutuhan dasar manusia, yaitu mandi, cuci, dan kakus, harus bayar. "Untung untuk makan ada relawan yang bantu, jadi pengeluaran lebih hemat," ujar Huda, Kamis, 9 Februari 2017. 

    Baca: Kapal Terbalik di Malaysia, 2 WNI Ditemukan Pingsan 

    Menurut Huda, situasi seperti yang dialami itu terus terjadi tiap tahun saat cuaca buruk. Dia berharap pemerintah daerah mencarikan solusi, misalnya dibuatkan bandar udara. Dengan demikian, saat cuaca buruk, warga pulau bisa tetap beraktivitas dengan pesawat terbang.

    Menanggapi keluhan warga kepulauan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Hadi Soetarto mengatakan pemerintah akan membeli kapal besar yang tahan menerjang gelombang tinggi. "Tahun depan mudah-mudahan kapal sudah selesai," katanya.

    Simak: Bupati Sikka NTT Keluarkan Status Darurat Bencana 

    Proyek pengadaan kapal multiyears nilainya mencapai Rp 39 miliar. Tahun ini, kata Hadi, anggaran pengadaan kapal telah disediakan Rp 31 miliar. Kekurangannya, Rp 8 miliar, akan dibayarkan memakai dana sharing antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

    Desain kapal, menurut Hadi, dikerjakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. "Proses lelang akan segera dilakukan, bisa dilihat di LPSE (layanan pengadaan secara elektronik)," tuturnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.