Pilkada, Muhammadiyah Minta Mantan dan Calon Jaga Ucapan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haedar Nashir. TEMPO/Pius Erlangga

    Haedar Nashir. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau para mantan maupun calon pemimpin rakyat untuk menjaga ucapan agar tidak memancing emosi massa, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 15 Februari 2017.

    "Kepada seluruh tokoh, baik yang mantan, maupun yang sedang, dan yang akan itu, untuk mulailah, sudahlah, yang sudah terjadi, terjadi, dan kita coba menerima, wajarlah dalam kehidupan berbangsa yang heterogen, jangan terus kita memproduksi hal-hal yang menambah suasana yang tidak baik," kata Haedar, Kamis 9 Februari 2017.

    Imbauan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga ditujukan kepada seluruh tokoh partai politik, keagamaan, maupun figur publik, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kerap berkeluh-kesah di akun Twitternya.

    Baca juga:
    Aksi 112, Pemuda Muhammadiyah Bikin Komando Kawal Al-Maidah
    9 Hal yang Harus Diwaspadai saat Mengisi Status di Medsos

    Putra sulung SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono ikut maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta bersama Sylviana Murni sebagai calon wakil gubernur untuk periode 2017-2022.

    Haedar menuturkan, alih-alih berkeluh-kesah, baik di depan media massa maupun di media sosial, sebaiknya para tokoh itu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pilkada dengan memilih secara cerdas, dewasa, dan bertanggung jawab.

    "Mungkin maksud ucapannya baik, tapi karena 'timing' makin menghangat sehingga memunculkan aksi dan reaksi yang tidak positif," tutur Haedar.

    Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut juga mengimbau kepada media massa untuk tidak memancing suasana dengan memberitakan setiap cuitan maupun status para tokoh di akun media sosial mereka.

    "Kepada media, jangan nambah makin mancing-mancing suasana, kalau ada 'twit-twit' nggak usah diberitakanlah, sudah banyak 'twit'-nya," kata Haedar.

    Baca juga:
    Kasus Ahok Membesar, SBY Sebut Ada yang Mempolitisasi
    Jokowi: Mudah Kendalikan Media Mainstream daripada Medsos

    Adapun Pilkada serentak gelombang kedua, 15 Februari 2017, akan diikuti 101 daerah di seluruh Indonesia yang terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.

    Khusus di Provinsi DKI Jakarta, Pilkada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur diikuti tiga pasangan calon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN; Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem; dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.