Aher Serahkan Kadeudeuh Atlet PON XIX/Peparnas XV

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan atau kadeudeuh kepada kontingen Jawa Barat dalam PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan atau kadeudeuh kepada kontingen Jawa Barat dalam PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016.

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan atau kadeudeuh kepada kontingen Jawa Barat dalam PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. Penghargaan berupa piagam dan uang kadeudeuh sebesar total Rp 238 miliar diberikan langsung ke rekening bank 1.514 atlet, pelatih, dan ofisial PON, serta 302 atlet dan ofisial Peparnas.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan penghargaan tersebut secara simbolis kepada 12 atlet dan pelatih Jawa Barat di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Rabu, 8 Februari 2017. “Ini adalah pemberian penghargaan secara serentak. Yang berhak mendapatkan penghargaan itu adalah peraih medali, pelatih, ofisial, termasuk semua atlet yang tidak mendapatkan medali, juga diberikan penghargaan,” katanya.

    Total uang kadeudeuh untuk kontingen Jawa Barat di PON XIX berjumlah Rp 164 miliar lebih dan untuk Peparnas Rp 74 miliar. “Sebagai gambaran, Rp 275 juta untuk peraih medali emas. Totalnya Rp 238 miliar lebih, baik untuk PON maupun Peparnas,” ujar Aher.

    Aher menjelaskan, Pemprov baru bisa memberikan penghargaan di bulan ini karena tidak memungkinkan bila diberikan pada 2016. “Kita kan meraih medalinya banyak, jadi dana yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit, 213 emas di PON dan 178 emas di Peparnas. Kami ingin membagikan seluruhnya maka baru kami bagikan hari ini,” ujarnya.

    Selain untuk kontingen Jawa Barat, penghargaan juga diberikan kepada 16 bupati dan wali kota sebagai daerah penyelenggara pertandingan PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.