Aksi 112, Begini Cara FPI Agar Tak Dicegat Polisi di Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta dan Jawa Tengah berdoa saat demo di depan Gedung Agung Yogyakarta, 28 Oktober 2016. Mereka berorasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Ahok dihukum atas dasar penistaan agama. TEMPO/Pius Erlangga

    Ribuan anggota Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta dan Jawa Tengah berdoa saat demo di depan Gedung Agung Yogyakarta, 28 Oktober 2016. Mereka berorasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Ahok dihukum atas dasar penistaan agama. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Semarang - Pengurus Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah akan tetap berangkat ikut aksi 112 yang digelar di Monumen Nasional Jakarta pada Jumat 11 Februari 2017. Ketua Bidang Advokasi dan Hukum FPI Jawa Tengah Zainal Abidin menyatakan para pengurus FPI Jawa Tengah akan berangkat ke Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi. Mereka tidak menggunakan rombongan bis seperti aksi 212 beberapa waktu lalu.

    “Kami lebih banyak naik mobil pribadi karena untuk menghindari pencegatan dari aparat kepolisian seperti kejadian pemerangkatan aksi 212,” kata Zainal di Semarang, Kamis 9 Februari 2017.

    Aksi 112 pada Sabtu mendatang rencananya diisi long march dari kawasan Monas ke Bundaran HI di Jakarta. Aksi ini lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum.

    Baca:

    Aksi 112, Ratusan Warga Surabaya Siap 'Geruduk' Jakarta
    Jimly Asshiddiqie Sayangkan Ormas Mengalami Politisasi

    Zainal belum bisa memastikan berapa peserta aksi dari Jawa Tengah yang ikut jalan sehat di Monas tersebut. Namun, dari pendataan sementara sudah ada 250 mobil pribadi yang akan ikut berangkat. Mereka kebanyakan adalah para pengurus dan laskar FPI dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, seperti Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Cilacap , Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Purbalingga, Banjarnegara, Magelang , dan Solo Raya.

    Beberapa pentolan FPI Jawa Tengah juga ikut berangkat, seperti Ketua FPI Jawa Tengah Syihabudin dan Panglima FPI Jawa Tengah Ahmad Rofingi. Zainal menyatakan aksi 112 adalah jalan sehat dalam rangka soliditas Islam atas perilaku gaduh Ahok yang didakwa menistakan Al Qur'an.

    “Supaya umat Islam lebih solid atas ulah Ahok dan jangan mau diadu domba supaya tidak terpecah belah,” kata dia. Soal adanya himbauan agar tidak ke Jakarta karena sedang masa tenang pilkada, Zainal menilai tidak ada yang dilarang dalam aksi 112.

    ROFIUDDIN

    Baca: Mau Wisuda, Mahasiswi Bandung Cari Pendamping Pria di Medsos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.