HPN 2017, Jokowi Pusing Berita Hoax di Media Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspersi Presiden Joko Widodo (tengah) saat menjawab Pertanyaan sejumlah wartawan usai makan bersama di Istana Negara, Jakarta, 27 Agustus 2015. Pertemuan yang berlangsung rutin setiap dua minggu sekali untuk kelancaraan peliputan kepresidenan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ekspersi Presiden Joko Widodo (tengah) saat menjawab Pertanyaan sejumlah wartawan usai makan bersama di Istana Negara, Jakarta, 27 Agustus 2015. Pertemuan yang berlangsung rutin setiap dua minggu sekali untuk kelancaraan peliputan kepresidenan. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Ambon - Presiden Joko Widodo didampingi istri, Iriana Joko Widodo, menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional ke-72 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Lapangan Kepolisian Daerah (Polda) Tantui, Ambon. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan saat ini media massa menghadapi tantangan yang sangat besar. 

    ”Jagat media kini tengah menghadapi tantangan besar dengan hadirnya media sosial. Hal tersebut menimbulkan kegandrungan yang luar biasa,” kata Jokowi di Lapangan Kepolisian Daerah (Polda) Tantui, Ambon, Maluku, Kamis, 9 Februari 2017.

    Baca juga:
    Peringati Hari Pers Nasional, Jokowi Bertolak ke Maluku
    Presiden Joko Widodo Hadiri Puncak HPN 2017 Hari Ini

    Menurut Jokowi, saat ini tidak ada masyarakat yang tidak berkecimpung dalam media sosial. Dari masyarakat biasa, pelajar, pejabat daerah, bahkan sampai presiden senang terjun ke media sosial. “Ada yang suka main tweet,” ucap Jokowi, lalu diam sejenak. “Lalu ada Instagram, Path, dan Facebook. Semuanya gandrung.”

    Baca pula:
    HPN 2017, Presiden Jokowi dan 10 Duta Besar Akan Hadir
    Agar Medsos Positif, Jokowi: Hukum Penyebar Fitnah dan Hoax

    Adanya kegandrungan tersebut, Jokowi mengatakan, akan berakibat pada media arus utama atau mainstream. Menurut Jokowi, media harus mampu beradaptasi. Pasalnya, kata dia, mereka yang tidak mampu beradaptasi memiliki kecenderungan akan berguguran satu per satu.

    Adapun Jokowi menuturkan kehadiran medsos, khususnya berita hoax, juga turut memusingkan pemerintah. Menurut Jokowi, dirinya mendengar keluhan yang sama dari beberapa pemimpin negara lain.

    LARISSA

    Simak:
    Jadi Tempat Bertanya, Jokowi: Terus Saya Bertanya ke Siapa?
    Sertu Danang, Penerjun TNI Kopassus itu Dimakamkan Hari ini



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.