Kemenkum HAM: Bukti Pengawalan Anggoro Widjojo Tak Melekat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggoro Widjojo keluar dari mobil Ambulans, yang mengantarnya dari Lapas Sukamiskin ke komplek Apartemen Gateway, Bandung. Sejak lapas Sukamiskin dikhususkan sebagai penjara koruptor lima tahun lalu, berbagai aturan dilanggar. Tempo/Rusman

    Anggoro Widjojo keluar dari mobil Ambulans, yang mengantarnya dari Lapas Sukamiskin ke komplek Apartemen Gateway, Bandung. Sejak lapas Sukamiskin dikhususkan sebagai penjara koruptor lima tahun lalu, berbagai aturan dilanggar. Tempo/Rusman

    TEMPO.COJakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan investigasi untuk menanggapi hasil investigasi majalah Tempo edisi 6-12 Februari 2017 dengan tajuk “Investigasi Tamasya Napi‎ Sukamiskin”. Tempo menulis tentang beberapa narapidana Tipikor Lapas Sukamiskin Bandung yang bebas pelesiran ke luar penjara, di antaranya Anggoro Widjojo, Romi Herton, dan Rachmat Yasin. 

    Baca juga: Napi Korupsi Bebas Pelesiran (1): Bertemu Istri Muda 

    "Investigasi hampir selesai," kata Molyanto, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat saat dihubungi Tempo melalui ponselnya, Rabu, 8 Februari 2017.

    Silakan baca: Napi Korupsi Bebas Pelesiran (2), Ada Iming-iming ... 

    Investigasi difokuskan pada kasus pelesiran narapidana kasus Anggoro Widjojo. Pengakuan dari beberapa orang petugas Lapas Sukamiskin yang bertugas mengawal saat Anggoro izin berobat RS Santosa, narapidana kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu Kementerian Kehutanan itu tidak pernah lepas dari penjagaan. 

    Baca pula: Napi Korupsi Bebas Pelesiran (3), Diantar Pajero Hitam 

    Namun hal tersebut tidak terbukti ketika Tim Investigasi Kementerian Hukum dan HAM melakukan pengecekan pada CCTV di RS Santosa. 

    "‎Hasil rekaman dari CCTV di Rumah Sakit Santosa, Anggoro terekam, tapi tidak terekam pengawalnya‎. Artinya, pengawalan tidak melekat pada napi," ujar Molyanto.

    Selain itu, petugas pengawal mengaku tidak berpisah ‎dengan Anggoro saat di apartemen Gateway.

    Baca: Napi Korupsi Bebas Pelesiran (4), Ini Alasan Mereka 

    ‎"Pengakuan sih tidak berpisah. Tapi indikasinya kuat bahwa pengawalan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Buktinya tidak melekat," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    Simak: 
    Tempo Perbincangkan Investigasi Pelesiran Napi ... 
    Buntut Napi Sukamiskin Pelesiran, Menteri Yasonna ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.