Penumpang Garuda Meninggal di Penerbangan Makassar-Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PT Garuda Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi PT Garuda Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memberikan penjelasan terkait dengan kejadian meninggalnya seorang penumpang dalam penerbangan rute Makassar-Jakarta, hari ini.

    Pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-611 itu berangkat dari Makassar pada pukul 06.20 Wita, dan mendarat di Jakarta pada pukul 07.45 WIB.

    Baca juga: Ketepatan Waktu Garuda di Terminal 3 Capai 91,67 Persen

    VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menjelaskan kejadian itu berawal ketika seorang penumpang pingsan, sekitar 20 menit sebelum pesawat mendarat.

    Awak pesawat pun bergegas memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang bernama Djafar Afghani, 41 tahun, yang menempati kursi kelas ekonomi nomor 22K.

    “Penumpang pingsan dan pilot mengumumkan kepada seluruh penumpang di penerbangan GA 611, jika terdapat penumpang yang berprofesi sebagai dokter,” ujar Benny, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Februari 2017.

    Benny melanjutkan, setelah pengumuman itu, seorang penumpang yang duduk di kelas bisnis kursi 08A dan berprofesi sebagai dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi Djafar.

    Setelah diperiksa, penumpang yang juga dokter itu mengatakan perlu adanya penanganan lebih lanjut atau medical assistance untuk Djafar.

    Benny berujar awak pesawat kemudian segera berkoordinasi dengan tim ground handling Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk pengadaan ambulans dan menyiapkannya di sisi parkir pesawat. Sehingga, sesaat setelah mendarat Djafar dapat segera dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta.

    “Setelah mendarat segera penumpang dibawa ke ambulance dengan fasilitas ambulift, dengan didampingi salah seorang rekan penumpang yang berada di penerbangan yang sama,” kata Benny.

    Kemudian, setibanya di Kantor Kesehatan, Djafar segera diperiksa dan tak lama kemudian dokter menyatakan penumpang meninggal, dengan diagnosis serangan jantung. “Garuda Indonesia telah melakukan prosedur penanganan penumpang yang sakit sesuai dengan prosedur yang ada.”

    Simak juga:
    Listrik Terminal 3 Padam, 38 Jadwal Penerbangan Garuda Delay

    Benny menegaskan Garuda Indonesia selalu mengedepankan keselamatan penumpang selama melaksanakan penerbangan, khususnya jika ditemukan penumpang dengan penyakit serius.

    “Pada kejadian ini, kami melakukan tindakan responsif berupa tata laksana pertolongan pertama kepada penumpang hingga mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat,” ujarnya. Benny melanjutkan, pihaknya juga turut membantu mempersiapkan fasilitas penunjang proses pemulangan jenazah.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.