Aksi 112, Penyebab JK Imbau Masyarakat Tak Usah Berdemo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Bidakara, 31 Januari 2017, kepada media sempat menyinggung percakapan di WA yang diduga oleh Rizieq-Firza. ANGELINA ANJAR SAWITRI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Bidakara, 31 Januari 2017, kepada media sempat menyinggung percakapan di WA yang diduga oleh Rizieq-Firza. ANGELINA ANJAR SAWITRI

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau masyarakat untuk menahan diri melakukan aksi 112. Apalagi rencana aksi itu dilakukan menjelang Pilkada 15 Februari 2017.

    "Saya kira tidak perlu jelang Pilkada. Kita menahan dirilah," kata Kalla, Rabu, 8 Februari 2017, di kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

    Imbauan untuk tidak melakukan aksi juga dimaksudkan untuk tidak memperburuk keadaan. Apalagi dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok saat ini sudah dalam proses hukum. "Masyarakat tahan diri untuk tidak memperburuk suasana. Toh, semuanya dalam proses hukum. Nanti kacau lagi proses hukum," kata Kalla.

    Baca:

    Aksi 112, Aktivis NU: Waspadai Upaya Pelihara Sentimen

    Imbauan agar tak ada aksi demo juga telah diungkapkan pihak lain, misalnya Pengurus Pusat Muhammadiyah. Tujuannya agar masyarakat bisa melakukan refleksi menjelang hari pencoblosan.

    "Berbagai macam aksi, lebih-lebih jelang pilkada ini, itu sebaiknya tidak dilakukan. Sudahlah, agar kita ada jeda untuk berefleksi," Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir setelah bertemu Kalla, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

    Simak:

    Masa Tenang Pilkada DKI, Kapolda Metro Minta Aksi 112 Dibatalkan

    Dia mengatakan berbagai aksi yang telah dilakukan sudah cukup, dan tidak perlu ada aksi lanjutan. Upaya ini juga dilakukan agar tidak membuka ruang baru di masyarakat untuk saling berselisih tentang berbagai hal.

    Haedar juga mengimbau semua tokoh untuk menjaga perkataan menjelang pilkada. "Kami imbau pada semua tokoh, partai, dan lainnya, untuk merawat kata untuk tidak saling melontarkan perkataan yang membikin saling respons, lalu yang muncul saling bersengketa," kata Haedar.

    Seperti diketahui Forum Umat Islam berencana melakukan aksi damai pada Sabtu, 11 Februari 2017. Aksi damai itu rencananya digelar dengan titik kumpul di Monas, lalu bergerak ke Sudirman-Harmoni.

    AMIRULLAH SUHADA

    Baca juga:
    Terancam Dibubarkan, Novel FPI: Aksi 112 Tetap Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.