Polisi dan Ulama Depok Larang Warga Ikut Aksi Massa 112  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota Depok menyatakan bakal melarang warga Depok yang akan ikut kegiatan long march pada Sabtu, 11 Februari 2017 nanti. Polisi bakal memberhentikan paksa warga yang mau ikut karena aksi 112 tidak mendapatkan izin.

    Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Herry Heriawan mengatakan telah mengumpulkan pemuka agama se-Depok, seperti pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam. Semuanya, kata dia, sepakat untuk tidak ikut ke Jakarta pada aksi yang disebut long march 112.

    Baca:
    Terancam Dibubarkan, Novel FPI: Aksi 112 Tetap Jalan

    "Sepakat tidak akan turun ke Jakarta, untuk aksi itu. Sebab dilarang," kata Herry, Rabu, 8 Februari 2017.

    Kepolisian Metro Jaya telah tegas menyatakan aksi tersebut tidak mendapatkan izin dan dilarang. Soalnya, kegiatan tersebut dianggap telah menyalahi Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009 tentang aturan penyampaian pendapat di muka umum. 

    "Polisi akan tetap menjaga kondusifitas di Depok. Dan ulama sepakat tidak turun ke Jakarta," ujarnya.

    IMAM HAMDI

    Simak juga:
    Disebut Melarang Aksi di Masa Tenang, Wiranto: Itu Keliru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.