Taman Nasional Tesso Nilo Direvitalisasi

Reporter

Kepolisian Daerah Riau berhasil mengamankan delapan gading gajah dari tangan tujuh tersangka pemburu gading gajah di Riau, 17 Februari 2015. Tercatat sudah enam ekor gajah jantan mati dibunuh para pelaku untuk mencuri gading dan juga dua gajah kecil dan satu gajah betina di Taman Nasional Tesso Nilo. TEMPO/Riyan Nofitra.

TEMPO.CO, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Lingkungan Hidup merevitalisasi fungsi kawasan koservasi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Tim revitalisasi TNTN telah mengindentifikasi dan menginventarisir taman nasional yang terletak di tiga kabupaten itu.

Sekjen KLHK Bambang Hendroyono mengatakan penegakan hukum menjadi salah satu program utama pemulihan taman nasional dari aktifitas ilegal yang marak di kawasan itu. "Ada prioritas pekerjaan yang dilakukan oleh tim dengan melibatkan pemerintah provinsi, TNI, Polri dan stake holder lainya," kata Bambang, Kamis, 8 Februari 2017. Data-data yang dikumpulkan akan dapat dijadikan pelaksanaan penegakan hukum.

Baca: Taman Nasional Tesso Nilo Terbakar

Bambang meyakini TNTN dapat dipulihkan kembali sesuai fungsinya sebagai taman nasional. Dia berharap, upaya pemulihan itu turut mencegah kebakaran hutan serta pembalakan liar yang merusak keutuhan hutan alam, dan memenuhi hak-hak konstitusional masyarakat untuk kesejahteraan. "Memulihkan fungsi taman nasional dari pengerusakan yang lebih besar dan mewujudkan kepastian usaha yang berbasis hutan-lahan termasuk harmonisasi hubungan usaha besar dan kecil."

Baca juga: Luas Taman Nasional Tesso Nilo Tersisa 23 Ribu ...

Gubernur Riau Arsyadliandi Rachman mendukung upaya revitalisasi Taman Nasional Tesso Nilo. Ia meminta tim dari daerah dapat bekerja sama agar Taman Nasional Tesso Nilo dapat dikembalikan sebagai funsinya sebagai hutan lindung. "Kami bersama-sama stakeholder terkait akan siap mendukung penuh tim Revitalisasi TNTN."

Luas Taman Nasional Tesso Nilo 81,793 hektare berada di tiga kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu. Penghuninya berbagai jenis satwa langka yang saat ini berada dalam ancaman karena aktfitas perambahan dan alih fungsi hutan menajdi kebun sawit. Secara ekosistem TNTN dikelilingi hutan produksi, dan di daerah itu masih terjadi persoalan perambahan, kebakaran lahan, pembukaan lahan perkebunan sawit dan pemukiman.

Penghubung tim revitalisasi TNTN, Hariadi Kartodiharjo mengatakan luas kawasan ekosistem Tesso Nilo mencapai 916.343 hektare. Seluas 44,544 hektare atau 54 persen di antaranya telah dirambah.

Di TNTN terdapat 13 hutan tanam industri milik perusahaan seluas 750.000 hektare. Sembilan perusahaan mengklaim lahan dan 11 Hak Guna Usaha perusahaan seluas 70.193, 15.808 atau 23 persen. "Di dalam kawasan hutan terdapat pemukiman yang terdiri dari 23 desa, dan 4 desa berbatasan langsung."

RIYAN NOFITRA






5 Destinasi Wisata di Siprus

6 hari lalu

5 Destinasi Wisata di Siprus

Siprus negara yang berada di wilayah laut Mediterania timur


5 Fakta Menarik tentang Gunung Salak

15 hari lalu

5 Fakta Menarik tentang Gunung Salak

Sejak tahun 2003, Gunung Salak termasuk ke dalam wilayah konservasi yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.


Gletser Gunung di Chili Runtuh karena Kenaikan Suhu

21 hari lalu

Gletser Gunung di Chili Runtuh karena Kenaikan Suhu

Sebagian gletser yang menggantung di taman nasional di wilayah Patagonia, Chili, pecah dampak perubahan iklim


Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

27 hari lalu

Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

Kebijakan tarif ojek online baru diumumkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam konferensi pers virtual, kemarin.


Harga Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

5 Agustus 2022

Harga Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

Pemerintah berkukuh menerapkan harga baru tiket Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang. Apakah ini langkah konservasi atau komersialisasi?


Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

5 Agustus 2022

Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

Pemerintah berkukuh menerapkan harga baru tiket Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang. Apakah ini langkah konservasi atau komersialisasi?


Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Makassar, Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung

4 Agustus 2022

Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Makassar, Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung

Makassar memiliki banyak destinasi wisata unggulan, sebut saja Pantai Losari hingga Taman Nasional Bantimurung. Pernah ke Leang-leang?


AS Larang Lihat Pohon Tertinggi di Dunia, yang Nekat Didenda Rp74 Juta

3 Agustus 2022

AS Larang Lihat Pohon Tertinggi di Dunia, yang Nekat Didenda Rp74 Juta

Taman Nasional Amerika Serikat (AS) melarang pengunjung mendekati pohon tertinggi di dunia, Hyperion, di Taman Nasional Redwood California


UB Kukuhkan Siti Nurbaya Menjadi Profesor Kehormatan

27 Juni 2022

UB Kukuhkan Siti Nurbaya Menjadi Profesor Kehormatan

Senat Akademik Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan Siti Nurbaya Bakar, sebagai Profesor Kehormatan dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam.


Berumur 238 Tahun, Begini Asal-usul Kota Pekanbaru

23 Juni 2022

Berumur 238 Tahun, Begini Asal-usul Kota Pekanbaru

Nama Kota Pekanbaru dahulu dikenal dengan nama Senapelan