SBY Merasa Terhina, Dikatakan Dalang Aksi 411

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY berpidato pada Dies Natalis 15 Tahun Partai Demokrat dan Pembukaan Rampimnas 2017 di Jakarta, 7 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY berpidato pada Dies Natalis 15 Tahun Partai Demokrat dan Pembukaan Rampimnas 2017 di Jakarta, 7 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dia merasa terhina ketika dikatakan berada di balik aksi 4 November atau 411 lalu. Terlebih SBY mendapatkan informasi ada yang menuduhnya akan melakukan pemboman di Istana Negara.

    "Saya merasa terhina, direndahkan, seolah-olah saya hendak merusak negara," kata SBY saat berpidato dalam Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca juga: SBY: Terlalu Dini Bicara Pemilu 2019

    Ucapan Yudhoyono ini sontak mendapatkan respons dari kader yang hadir. Mereka meneriakkan kata 'Lawan' secara kompak. Lebih lanjut, SBY mengucapkan tuduhan tersebut merupakan penghinaan terhadap aksi damai masyarakat, yang spontan dan ikhlas.

    Adapun SBY menegaskan pihaknya tetap akan mendukung pemerintah Jokowi-JK. Dia menginstruksikan kepada para kader yang menjabat sebagai pejabat eksekutif di berbagai daerah, untuk mendukung penuh program-program dari Presiden Jokowi.

    Silakan baca: Gelar Dies Natalis, Ini Alasan Demokrat Tak Undang Jokowi

    Kemudian, SBY juga mengungkapkan partainya akan mendukung penuh kebijakan pemerintah yang benar dan pro rakyat. Namun, Partai Demokrat akan mengkritik dan mengkoreksi setiap langkah pemerintah, yang tak tepat.

    Sikap ini, kata Yudhoyono, masih akan tetap dipertahankan oleh partainya. "Kami akan pertahankan sikap ini. Insya Allah kami konsisten," ujar presiden ke-6 Indonesia ini.

    DIKO OKTARA

    Simak:
    Ahok Ingin Ketemu, KH Ma`ruf Amin: Saya Sibuk, Banyak Urusan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.