Penerjun TNI Hilang, Tujuh Kapal Lakukan Pencarian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Tim gabungan Basarnas bersiap untuk melakukan pencarian menggunkan kapal RB-210 milik Basarnas di sekitaran perairan Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 23 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah anggota Tim gabungan Basarnas bersiap untuk melakukan pencarian menggunkan kapal RB-210 milik Basarnas di sekitaran perairan Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 23 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Semarang - Tujuh kapal dari sejumlah instansi dikerahkan untuk membantu pencarian seorang penerjun TNI Kopassus yang hilang di perairan Semarang saat mengikuti latihan terjun payung, Selasa, 7 Februari 2017.

    Juru bicara Basarnas Kantor SAR Semarang Maulana Affandi mengatakan selain milik Basarnas, kapal Polair Polda Jawa Tengah dan milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai milik Administratur Pelabuhan Tanjung Emas juga dikerahkan. "Dua Rigid Inflatable Boat, empat kapal Polair, dan satu kapal KPLP," katanya, menjelaskan.

    juga: Penerjun TNI Hilang, 10 Selamat 1 Belum Ditemukan

    Tim pencari, menurut Maulana, juga dibagi menjadi dua yang bertugas mencari di kawasan perairan dan pantai. Petugas yang diterjunkan dalam pencarian ini dihadapkan dengan cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. "Sempat dihentikan karena angin kencang serta gelombang tinggi," katanya.

    Baca pula: Penerjun TNI HIlang, Pencarian Dihentikan Karena Cuaca Buruk

    Sebelumnya, 11 prajurit Kopassus menggelar latihan terjun payung di sekitar kawasan Perairan Semarang. Dua penerjun sempat jatuh ke laut karena cuaca buruk disertai angin kencang.

    Satu penerjun berhasil ditemukan, sementara satu lainnya atas nama Sertu Danang masih belum ditemukan. Pencarian sementara dihentikan pula karena kondisi cuaca yang buruk, menurut Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.