Merasa Kerap Dirisak, SBY Dukung Pemerintah Tertibkan Medsos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. Dalam acara ini juga digelar Dies Natalies Partai Demokrat ke-15. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. Dalam acara ini juga digelar Dies Natalies Partai Demokrat ke-15. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan, dirinya mendukung langkah-langkah Presiden Joko Widodo mengatur dan menertibkan penyimpangan di medsos atau media sosial. Asalkan, dapat dipertanggungjawabkan secara konstitusi dan adil.

    "Jangan tebang pilih dan jangan kelewat batas," kata SBY saat memberikan pidato politiknya di acara Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca juga:
    SBY: Terlalu Dini Bicara Pemilu 2019
    Anti-Makar, SBY: Dukung Jokowi Selesaikan Masa Jabatannya

    Menurut Presiden Indonesia ke-6 ini, di media sosial sekarang ada sebuah kelompok yang tak terlihat, yang siap menyerang siapapun bila ucapannya dinilai tidak menyenangkan penguasa atau kolega penguasa. "Sebuah kekuatan yang tidak kentara," ujarnya.

    SBY pun merasa dirinya adalah salah satu korban dari “the invisible group” itu. Menurut dia, kelompok ini bekerja bagaikan mesin penghancur dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

    Baca pula:

    SBY Minta TNI, BIN, dan Polri Netral dalam Pemilihan Umum

    SBY Minta Kader Awasi Kecurangan Pilkada 2017

    "Nilai-nilai luhur tentang kesantunan, tata krama dan etika yang sering kita bangga-banggakan, sepertinya tinggal kenangan. Atau telah masuk museum sejarah yang sepi pengunjung," ujarnya.

    Menurut SBY, banyak pihak yang sebenarnya tidak bersalah, ikut menjadi korban risak para buzzer di media sosial. "Kita sedih, karena media sosial yang seharusnya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, sering didominasi oleh kalangan yang kurang beradab," ucapnya.

    Silakan baca: Anti-Makar, SBY: Dukung Jokowi Selesaikan Masa Jabatannya

    SBY belakangan ini kerap mengeluarkan pernyataan lewat akun Twitter resminya @SBYudhoyono. Mulai dari membantah isu soal hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta kasus Munir, berkeluh soal maraknya hoax hingga mengadu saat rumahnya didemo mahasiswa.

    Netizen pun menanggapi cuitan SBY itu dengan beragam. Ada yang mendukung, ada pula yang merisaknya. Kasus terakhir terjadi saat SBY mempertanyakan haknya tinggal di Indonesia pada pemerintah, kala rumahnya didemo mahasiswa.

    Hashtag #SayaBertanya menjadi trending topik di Twitter menimpali cuitan SBY yang berbunyi "Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri,dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*". Umumnya, hashtag ini digunakan untuk meledek ayah dari calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono ini.

    AHMAD FAIZ

    Simak: Ikuti Cuitan SBY, Begini Tingkah Netizen Pakai #SayaBertanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?