Anti-Makar, SBY: Dukung Jokowi Selesaikan Masa Jabatannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. Dalam acara ini juga digelar Dies Natalies Partai Demokrat ke-15. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. Dalam acara ini juga digelar Dies Natalies Partai Demokrat ke-15. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dia dan Partai Demokrat tidak setuju bila ada pemakzulan pada Presiden Joko Widodo. Partai Demokrat, menurut SBY, tetap konsisten mendukung Presiden Jokowi beserta pemerintahannya guna menuntaskan masa baktinya.

    "Tidak ada niat sekecil pun, apalagi tindakan, untuk menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan," kata SBY saat memberikan pidato politiknya di acara Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca juga: SBY: Terlalu Dini Bicara Pemilu 2019

    Pada Desember 2016, polisi menangkap sejumlah aktivis atas tuduhan makar. Menurut SBY, hal ini adalah jenis kejahatan yang serius. Bila terbukti, hukum harus ditegakkan dengan tegas. "Saya pribadi, tidak pernah setuju dengan penjatuhan presiden di tengah jalan tanpa alasan yang dibenarkan oleh konstitusi," ujarnya.

    Baca pula: Ada Penyadapan, SBY: Respons Penegak Hukum Datar Saja

    Menurut Presiden Indonesia keenam ini, rakyat tengah mengikuti penegakan hukum terkait dengan kasus makar. Rakyat akan menjadi saksi sejarah ketika para tersangka diadili.

    Selain itu, SBY menegaskan dia dan Partai Demokrat tidak terlibat dalam upaya makar itu. Menurut dia, tuduhan pada partainya itu ibarat halilintar di siang bolong. "Secara pengecut pula diedarkan selebaran-selebaran hoax tanpa identitas siapa pembuatnya," kata dia.

    Dalam kesempatan ini, SBY menyampaikan kembali tiga sikap politik Partai Demokrat perihal hubungannya dengan pemerintah. Pertama, kata dia, pejabat eksekutif, baik gubernur, bupati, dan wali kota dari Demokrat, ataupun wakil-wakilnya, wajib loyal dan mendukung penuh Presiden Jokowi.

    Kedua, Partai Demokrat mendukung penuh setiap keputusan dan kebijakan pemerintah yang tepat dan benar serta pro rakyat. Ketiga, Partai Demokrat akan mengkritisi dan mengoreksi keputusan presiden dan kebijakan pemerintah yang keliru dan tidak tepat, serta bertentangan dengan kehendak rakyat. 

    AHMAD FAIZ

    Simak: Panglima TNI dan Menhan Tak Sinkron, Wiranto Turun Tangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.