Ajak Kader Pilih Agus, SBY Nyanyikan Lagu Ahmad Dhani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono pada acara Rapimnas di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono pada acara Rapimnas di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bernyanyi saat akan menutup acara Dies Natalis Partai Demokrat ke-15 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. SBY mengajak semua kader partainya yang hadir di acara tersebut, bersamanya menyanyikan lagu karya Ahmad Dhani.

    Baca juga:
    Banyak Tantangan, AHY: Semakin Begitu Saya Semakin Kuat
    SBY: Penegak Hukum Tebang Pilih

    "Mari kita bernyanyi bersama, tapi lirik lagunya kita ubah sedikit," kata SBY saat ditemui di acara dies natalis Partai Demokrat, Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Adapun lagu yang dinyanyikan SBY dan kadernya adalah lagu berjudul Munajat Cinta dari grup musik The Rock, yang digawangi musikus Ahmad Dhani. Lirik lagu ini diubah pada bagian refrain-nya.

    Jika lirik aslinya berbunyi: "Tuhan, kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati. Yang mencintai aku, apa adanya." Maka lirik itu diganti menjadi: "Tuhan, kirimkanlah aku. Gubernur yang baik hati, yang mencintai rakyatnya apa adanya."

    BACA:

    Rumah SBY Digruduk Massa Demonstran
    Massa yang Geruduk Rumah SBY Kiriman Istana?

    Gubernur yang dimaksud SBY adalah Agus Yudhoyono yang maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 15 Februari mendatang. Agus berpasangan dengan Sylviana Murni.

    Setelah SBY selesai menyanyikan lagu tersebut, para kader Demokrat menyanyikan lagu berjudul We Will Rock You. Lagu ini juga diganti liriknya, menjadi 'Agus-Sylvi menang'.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.