Ahok Ingin Ketemu, KH Ma`ruf Amin: Saya Sibuk, Banyak Urusan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri - kanan)  Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. Hasannudin AF, Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, Sekretaris MUI, Asrorum Niam saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. TEMPO/Amston Probel

    (kiri - kanan) Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. Hasannudin AF, Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, Sekretaris MUI, Asrorum Niam saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mengatakan dirinya sedang sibuk ketika ditanya wartawan ihwal Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang berencana ingin menemuinya.

    "Saya sibuk, saya banyak urusan," ujar Ma'ruf di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, 7 Januari 2017.

    Kyai Ma'ruf menuturkan sudah memaafkan perkataan Ahok pada persidangan penistaan agama yang digelar pada 31 Januari 2017 lalu. "Urusan apanya (mau bertemu)? Kan saya sudah memberi maaf," ujar Ma'ruf yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Baca: Sidang Ahok, Saksi Ahli MUI Tegaskan Ahok Menistakan Agama

    Khatib Suriyah PBNU Asrorun Ni'am Soleh mengatakan kedatangan Ma'ruf ke Kantor PWNU Jakarta untuk melakukan pertemuan dengan para ulama. "Makanya Rais Aam (Ma'ruf) melakukan pertemuan ini, jangan sampai enggak terkontrol (bergejolak)," ujarnya.

    Asrorun berujar Kyai Ma'ruf memang sudah memaafkan Ahok, namun jemaahnya belum tentu memaafkan. "Ulama enggak marah, biasanya jemaah yang marah. Ya, itu wajar kan? Kalau enggak marah bukan santri," jelasnya.

    Lihat: Sidang Ahok, Saksi Ahli MUI Bantah Tak Independen

    Awalnya polemik Ahok-Ma'ruf muncul saat ulama sepuh itu dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kedelapan perkara penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 31 Januari 2017.

    Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid mengatakan dalam sidang itu, tim pengacara Ahok telah memperlakukan saksi dengan tidak mengindahkan nilai-nilai etika dan kesantunan. Sebab, selama persidangan, tim pengacara Ahok dianggap menggali informasi dari saksi yang cenderung mengaitkan dengan hal-hal yang tidak pantas.

    Simak: Pengacara Ahok Tolak Ajukan Pertanyaan pada Saksi Ahli MUI

    Selain itu, Ahok keberatan atas kesaksian yang disampaikan Ma’ruf dalam persidangan itu. Meski demikian, Ahok telah menyampaikan permintaan maafnya, baik melalui akun YouTube maupun keterangan tertulis.

    CHITRA PARAMAESTI | DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.