Kasus Mapala UII, Ini Dua Hukuman Senat buat Panitia Diksar  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sebanyak 16 anggota Mapala UII, menunggu di kantor Kepolisian Resort Karanganyar untuk dimintai keterangan terkait tewasnya tiga mahasiswa UII saat mengikuti diksar, Jawa Tengah, 31 Januari 2016. Foto: Bram Selo Agung

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rapat Senat Universitas Islam Indonesia (UII) yang dilangsungkan pada 7 Februari 2017 menjatuhkan dua jenis sanksi bagi panitia Pendidikan Dasar The Great Camping XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi UII. Sanksi tersebut meliputi sanksi berat berupa dikeluarkan sebagai mahasiswa UII dan sanksi sedang berupa skors selama dua semester dan tiga semester.

“Sanksi ini diberikan berdasarkan temuan dan rekomendasi Tim Pencari Fakta UII,” tulis pelaksana tugas Rektor UII, Ilya Fadjar Maharika, dalam siaran pers yang diterima Tempo melalui e-mail, Selasa sore, 7 Februari.

Hanya saja, Ilya tidak menyebutkan siapa saja panitia diksar yang menerima sanksi berat dan sedang tersebut.

Baca:
Kasus Mapala UII, Polisi Teliti Komputer Panitia yang Kosong

“UII tidak akan mempublikasikan identitas mahasiswa yang menerima sanksi agar tidak mengganggu proses penyidikan kepolisian,” tulis Ilya.

Sedangkan juru bicara UII, Karina Utami Dewi memastikan penerima sanksi lebih dari dua orang dan semuanya adalah panitia Diksar TGC XXXVII Mapala Unisi UII.

“Total jumlahnya sedang kami konfirmasi. Yang terima skorsing dua dan tiga semester dilihat dari tingkat keterlibatannya,” kata Karina saat dihubungi Tempo via ponselnya.

Karina menjelaskan, saat ini pihak UII tengah menghubungi panitia diksar dan orang tuanya untuk menyampaikan informasi berkaitan dengan sanksi yang diberikan. Selain itu, akan dilakukan proses administratif berkaitan dengan sanksi yang diterima. Mengingat pada Maret 2017, dimulainya semester genap. 

Simak:
Kasus Mapala UII, Penahanan 2 Tersangka Diperpanjang

“Kalau proses administrasi cepat selesai, sanksi itu mulai berlaku Maret mendatang,” kata Karina.

Adapun dua orang panitia diksar, yaitu M. Wahyudi alias Kresek dan Angga Septiawan alias Waluyo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Karanganyar. Keduanya masih dalam proses pemeriksaan kepolisian berkaitan dengan tewasnya tiga peserta diksar, yaitu Muhammad Fadhli dari Batam, Syaits Asyam dari Sleman, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi dari Lombok Timur. Wahyudi diketahui sudah lulus dari UII, sedangkan Angga masih tercatat mahasiswa aktif di UII.

“Sanksi internal ini berlaku bagi yang masih tercatat sebagai mahasiswa UII. Kalau yang sudah lulus, kami serahkan kepada kepolisian,” kata Karina.

PITO AGUSTIN RUDIANA






Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

20 jam lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

4 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

33 hari lalu

Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

Psikolog mengatakan anak yang terlibat kasus hukum perlu dilindungi karena secara psikologis masih rentan dan belum matang.


Larangan Skuter Listrik Tak Hanya di Malioboro Tapi Seluruh Kota Yogyakarta

19 Juli 2022

Larangan Skuter Listrik Tak Hanya di Malioboro Tapi Seluruh Kota Yogyakarta

Tidak ada itikad baik dari para pemilik skuter listrik itu, mereka selalu kucing-kucingan dengan para petugas, melanggar kawasan yang sudah dilarang.


Pemerintah Kota Yogyakarta Libatkan Polisi Usut Kasus Pengamen Pukul Wisatawan

5 Juli 2022

Pemerintah Kota Yogyakarta Libatkan Polisi Usut Kasus Pengamen Pukul Wisatawan

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Ekwanto mengatakan dari kejadian itu, Pemerintah Kota Yogyakarta terus memburu pengamen itu untuk mengklarifikasi.


Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

3 Juli 2022

Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

Berita kriminalitas, maupun upaya memerangi kejahatan di Jabodetabek menjadi berita 3 Top Metro. Mulai dari polisi gadungan hingga eks pelaku tawuran.


Karnaval Mobil Lawas Jadi Hiburan Sunatan Massal di Kota Yogyakarta

26 Juni 2022

Karnaval Mobil Lawas Jadi Hiburan Sunatan Massal di Kota Yogyakarta

Puluhan anak naik iring-iringan mobil sebelum menjalani sunatan massal di Kota Yogyakarta.


PKL Sudah Pindah ke Teras Malioboro Yogyakarta, Ini Daftar PR yang Belum Tuntas

24 Juni 2022

PKL Sudah Pindah ke Teras Malioboro Yogyakarta, Ini Daftar PR yang Belum Tuntas

Pemerintah Yogyakarta berjanji segera menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi para PKL Malioboro yang sudah pindah ke Teras Malioboro.


PHRI: Pesparawi Yogyakarta Memicu Perputaran Uang di Perhotelan Rp 20 Miliar

23 Juni 2022

PHRI: Pesparawi Yogyakarta Memicu Perputaran Uang di Perhotelan Rp 20 Miliar

Para peserta Pesparawi, official, keluarga, sampai para pendukung berdatangan dan menginap di hotel-hotel di Yogyakarta selama lebih dari sepekan.


Klenteng Poncowinatan, Klenteng Tertua di Yogyakarta Ulang Tahun ke-141

22 Juni 2022

Klenteng Poncowinatan, Klenteng Tertua di Yogyakarta Ulang Tahun ke-141

Klenteng Poncowinatan berdiri 141 tahun silam di atas tanah hibah Keraton Yogyakarta untuk masyarakat Tionghoa.