Proporsi SDM Berpendidikan Tinggi RI Kalah dari Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah), Menko Bidang PMK Puan Maharani dan Wapres Jusuf Kalla saat memasuki ruang rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2017. LRT terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo (tengah), Menko Bidang PMK Puan Maharani dan Wapres Jusuf Kalla saat memasuki ruang rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2017. LRT terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta penyebaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dioptimalkan mengingat sumber daya menusia (SDM) berpendidikan tinggi di Indonesia hanya sedikit. Berdasarkan data yang ia punya, proporsi SDM dengan kualifikasi pendidikan tinggi di Indonesia hanya 7,2 persen dari angkatan kerja.

    "Bandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 20,3 persen proporsinya atau negara- negara OECD sebesar 40,3 persen," ujar Presiden Joko Widodo saat membuka rapar terbatas tentang LPDP di Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Jokowi mengatakan apabila penyebaran LPDP tidak dioptimalkan, kualitas SDM Indonesia bisa makin ketinggalan. Apalagi, pada 2020-2030, Indonesia diprediksi mendapatkan bonus demografi di mana penduduk usia produktif sangat besar.

    "Artinya dalam kurun 3-13 tahun ke depan, kita akan memiliki banyak sekali SDM. Investasi di bidang SDM, termasuk pemberian beasiswa perguruan tinggi dan pendanaan riset, merupakan investasi yang sangat penting," ujar Jokowi.

    Jokowi menambahkan, optimalisasi LPDP atau pengembangan SDM bukan berarti tanpa arah. Sebagai contoh, beasiswa LPDP harus mampu menjangkau siswa-siswa berprestasi, tak terkecuali yang berada di daerah tertinggal.

    Contoh lain, pengembangan SDM harus sinkron dengan prioritas pembangunan pemerintah. Dengan kata lain, program beasiswa LPDP harus fokus untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dalam bidang keilmuan yang menjadi unggulan dan prioritas pemerintah, seperti di sektor maritim kelautan, sektor energi, sektor pangan, sektor industri manufaktur, sampai dengan sektor pengembangan ekonomi kreatif.

    "Harus fokus, harus tepat, dan harus terarah. Untuk itu, saya minta program LPDP, baik program beasiswa pendanaan riset maupun rehabilitasi pelayanan infrastruktur pendidikan, untuk lebih baik lagi," ujar Jokowi.

    Sebagai catatan, LPDP sudah menyalurkan beasiswa kepada 16‎.295 orang. Hal itu terdiri atas 8.406 beasiswa dalam negeri dan 7.889 penerima beasiswa luar negeri. Untuk 2017, disiapkan Rp 22,5 triliun beasiswa.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.