Achmad Setyo Pudjoharsoyo Dilantik sebagai Sekretaris MA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Achmad Setyo Pudjoharsoyo dalam prosesi pelantikan sebagai Sekretaris Mahkamah Agung di gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, 7 Februari 2017. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Achmad Setyo Pudjoharsoyo dalam prosesi pelantikan sebagai Sekretaris Mahkamah Agung di gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, 7 Februari 2017. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali melantik Achmad Setyo Pudjoharsoyo sebagai Sekretaris Mahkamah Agung (Sekma) yang baru untuk menggantikan Nurhadi.

    ”Saya melantik Saudara Achmad Setyo Pudjoharsoyo sebagai Sekretaris Mahkamah Agung RI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan lindungan dan tuntunannya,” ujar Hatta saat melantik Pudjoharsoyo di Gedung Mahkamah Agung Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

    Pudjoharsoyo merupakan mantan ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Jakarta Barat yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat Sekretaris Mahkamah Agung (Sekma) menggantikan Nurhadi Abdurachman, yang mengundurkan diri pada Juli 2016.

    Presiden Joko Widodo menetapkan Pudjoharsoyo sebagai Sekretaris MA melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22/TPA Tahun 2017 pada 23 Januari 2017.

    Pudjoharsoyo akan memimpin organisasi kesekretariatan MA, yang membawahkan 828 satuan kerja dan 31.783 personel di seluruh Indonesia, serta membawahkan 3 direktorat jenderal, 1 badan pengawasan, 1 badan penelitian dan pengembangan-pendidikan dan latihan, serta 1 badan urusan administrasi.

    Sebelumnya, selain menerima nama Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Presiden Joko Widodo menerima dua nama calon sekretaris MA lainnya yang sudah dinyatakan lolos seleksi, yaitu pelaksana tugas Sekretaris MA, Aco Nur; dan mantan Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan Imron Rosyadi.

    Jabatan Sekretaris MA mengalami kekosongan setelah pejabatnya Nurhadi mengundurkan diri akibat dugaan kasus suap yang melibatkan dirinya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.