Dahlan Iskan Dirawat di Rumah Sakit, Sidang Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, 19 Oktober 2016. Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010 diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan kasus dugaan korupsi penjualan aset Badan Usaha Milik daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PT PWU). ANTARA FOTO

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, 19 Oktober 2016. Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010 diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan kasus dugaan korupsi penjualan aset Badan Usaha Milik daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PT PWU). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menunda sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha dengan terdakwa Dahlan Iskan, Selasa, 7 Februari 2017. Penundaan itu dilakukan karena Dahlan sakit dan masih menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya.

    Ketua majelis hakim Tahsin mengatakan, berdasarkan surat keterangan dari dokter rumah sakit, terdakwa masuk rumah sakit sejak Senin, 6 Februari 2017, dan harus menjalani perawatan dan istirahat hingga 11 Februari 2016. “Dengan demikian, sidang ditunda dan akan dilanjutkan Selasa pekan depan,” katanya di persidangan.

    Baca: Dahlan Iskan Sakit, Pemeriksaan Kasus Mobil Listrik Diundurkan

    Agus Dwi Warsono, pengacara Dahlan, mengatakan kliennya tidak datang ke persidangan karena trombositnya turun. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu menjalani rawat inap di Graha Amerta Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo sejak Senin, 6 Februari 2017. “Tadi pagi kami datang ke rumah sakit sekaligus menjenguk, dan kondisi beliau masih diinfus,” katanya.

    Menurut Agus, setelah pihaknya berkoordinasi dengan tim dokter, kliennya membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya. Dari surat keterangan perawatan dan istirahat dari tim dokter yang diajukan ke majelis hakim, kliennya diharuskan istirahat selama enam hari terhitung sejak Senin, 6 Februari 2017.

    Baca: Jadi Tersangka 3 Kasus, Dahlan: Jaksa Agung Ingin Dapat Rekor Muri

    Agenda sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aset PT PWU hari ini sebenarnya adalah mendengarkan keterangan delapan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Mereka adalah Imam Utomo (mantan Gubernur Jawa Timur), E.C. Basanto Yudoyono, R.M.A. Amirullah Soerjolelono, Alim Markus, Abdul Gaffar Ahmad Syukur, Sofian lesmanto, Ahmad Jailani, dan Sam Santoso.

    Setelah sidang Dahlan ditunda, majelis hakim langsung melanjutkan persidangan kasus yang sama dengan terdakwa Wisnu Wardhana. Dari delapan saksi yang dihadirkan jaksa, hanya empat saksi yang hadir, yakni Alim Markus, Abdul Gaffar Ahmad Syukur, Sofian Lesmanto, dan Ahmad Jailani. Saksi pertama dan kedua merupakan mantan komisaris PT PWU.

    NUR HADI

    Baca juga:
    Kasus Mapala UII, Polisi Kembali Periksa Dua Tersangka
    Soal Geruduk Rumah SBY, Adian: Tak Mungkin Saya Memprovokasi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.