Nelayan Pulau Seribu: Kenal Ahok, Tapi Belum Jabat Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamanan disekitar lokasi sidang Ahok. Barakuda dan water canon pun disiagakan oleh Kepolisian, Kementerian Pertanian, Jakarta,  7 Februari 2017. TEMPO/Grand Aji

    Pengamanan disekitar lokasi sidang Ahok. Barakuda dan water canon pun disiagakan oleh Kepolisian, Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. TEMPO/Grand Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) kembali menghadirkan saksi fakta bernama Jaenudin alias Panel dalam sidang dugaan penodaan agama yang digelar Pengadilan Negeri Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Februari 2017. Panel merupakan nelayan dari Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, yang hadir dalam kunjungan kerja Ahok pada September tahun lalu.

    Sebelum persidangan dimulai, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto menanyakan identitas Panel. Panel juga diambil sumpahnya untuk mengatakan yang sebenarnya oleh majelis hakim.

    Baca:
    Nelayan Ini Tirukan Pidato Ahok: Pilih yang Bagus dari Saya
    Pengacara Ahok Jelaskan Soal Percakapan Ma’ruf dengan SBY

    Dwiarso sempat menanyakan apakah Panel mengenal terdakwa, yaitu Ahok. “Apakah Bapak mengenal saudara terdakwa? Tahu yang mana orangnya?” kata Dwiarso.

    ”Kenal, Pak. Beliau calon gubernur. Cuma jabat tangan saja yang belum, Pak,” ujar Panel.

    ADVERTISEMENT

    Kemudian, Dwiarso membalas ucapan Panel yang belum pernah berjabat tangan dengan Ahok. “Nanti setelah selesai (memberikan kesaksian), Bapak bisa jabat tangan sama Pak Ahok,” ujar Dwiarso kepada Panel.

    Dalam persidangan, Panel mengaku hadir sebagai undangan rapat dari perikanan untuk membahas budi daya ikan kerapu. Dia sebelumnya tak tahu bahwa Ahok akan menghadiri kegiatan tersebut.

    ”Saya enggak tahu ada kunjungan (Ahok), kami datang karena rapat perikanan bahas panen raya budi daya ikan kerapu. Undangannya cuma lisan,” ujar Panel.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.