Napi Korupsi Pelesiran: Romi Herton Akan Digunungsindurkan

Reporter

Mantan Walikota Palembang, Romi Herton menyapa wartawan sambil membawa bantal berjalan meninggalkan Rumah Tahanan (Rutan) di Gedung KPK, Jakarta, 10 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan relokasi napi bandel dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak akan berhenti di Anggoro Widjojo. Yasonna mengungkapkan bahwa Romi Herton dan Rachmat Yasin akan menyusul untuk dikurung di sana.

"Kami lihat nanti siapa yang akan dikirim ke Gunung Sindur," ujar Yasonna saat dicegat di Istana Kepresidenan, Senin, 6 Februari 2017.

BACA JUGA:

Napi Korupsi Bebas Pelesiran (1), untuk Bertemu Istri Muda

Napi Pelesiran (2): Ada Iming-Iming Uang Sogokan

Investigasi Tempo mengungkap kongkalikong antara narapidana dengan sipir Lapas Sukamiskin. Para napi korupsi mendapat kemudahan keluar masuk penjara untuk kepentingan pribadi. Salah satu napi yang terungkap sering pelesir adalah Anggora Widjojo, koruptor pengadaan sistem komunikasi radio terpadu Kementerian Kehutanan.

Anggoro beberapa kali ketahuan ke luar lapas untuk menemui seseorang di Aparetemen Gateway, Bandung. Anggoro terekam menemui seorang perempuan di apartemen, Romi Herton tertangkap kamera Tempo berpergian dengan leluasa ke Rumah Sakit Sentosa, yang terhubung dengan apartemen.

Romi Herton terjerat kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tersebut bertemu banyak orang tanpa ditemani pengawal atau sipir.  Sedangkan napi Rachmat Yasin menyewa rumah di Panorama Alam, Parahyangan, Bandung.

Tiap kali keluar dari Lapas Sukamiskin, bekas Bupati Bogor yang juga terjerat perkara suap hakim MK itu berpergian ke Panorama Alam tanpa pengawalan. Menurut Ketua RT setempat, rumah itu atas nama seorang perempuan yang suaminya berada di Lapas Sukamiskin.

Yasonna melanjutkan, alasan Romi dan Rachmat tidak dipindahkan ke Gunung Sindur bersama Anggoro karena belum ada tempat untuk mereka di sana. Ia mengatakan, Lapas Gunung Sindur harus mengosongkan dua tempat dulu sebelum bisa memindahkan Romi dan Rachmat ke sana. 

"Gunung Sindur tidak cukup. Di sana kan ada bandar narkoba juga. Jadi, kami geser dulu (sebelum memasukkan Romi dan Rachmat)," ujar Yasonna.

BACA JUGA:

Napi Pelesiran (3): Diantar Pajero Hitam
Napi Pelesiran (4): Inio Alasan Mereka

Yasonna menambahkan bahwa dirinya juga akan menggeser sipir yang ketahuan kongkalikong dengan napi untuk pelesiran ini. Malah, ia menegaskan bahwa dirinya akan menggeser semua napi. "Kalau yang di bawah-bawah ini, kami akan geser semua, ganti sama yang baru. Geser ke tempat lain," ujar Yasonna.

Ditanyai apakah dirinya juga mempertimbangkan untuk memindahkan atau mencopot Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko, Yasonna mengatakan hal itu belum dibicarakan. Dedi, kata Yasonna, masih akan diperiksa dahulu soal adanya napi plesiran. "Dedi itu malah orangnya keras sampai didemo berkali-kali, dikirimi surat oleh narapidana. Dia tidak dianggap menghargai hak asasi mereka."

ISTMAN MP






Wamenkumham Sebut RUU PPRT Belum Bisa Dibahas karena Tertahan di DPR

12 jam lalu

Wamenkumham Sebut RUU PPRT Belum Bisa Dibahas karena Tertahan di DPR

Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Eddy Hiariej, menyatakan pemerintah sampai saat ini belum bisa melakukan pembahasan pengesahan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).


Begini Cara dan Syarat Mendapatkan Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

15 jam lalu

Begini Cara dan Syarat Mendapatkan Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

Pembuat paspor harus warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.


Dampak Siklon Noru, BMKG Perkirakan Bandung Tanpa Hujan Hingga Awal Oktober

2 hari lalu

Dampak Siklon Noru, BMKG Perkirakan Bandung Tanpa Hujan Hingga Awal Oktober

Sebagian warga Bandung ada yang mengeluhkan cuaca yang terik saat tengah hari.


Catatan Sejarah Paris van Java Menjadi Julukan Kota Bandung

4 hari lalu

Catatan Sejarah Paris van Java Menjadi Julukan Kota Bandung

Julukan Paris van Java untuk Kota Bandung mulai mencuat ketika acara Kongres Internasional Arsitektur Modern di Swiss pada Juni 1928.


Hari Ini 212 Tahun Lalu, Kota Bandung Diresmikan Daendels

5 hari lalu

Hari Ini 212 Tahun Lalu, Kota Bandung Diresmikan Daendels

Herman Williem Daendels meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang memindahkan ibu kota kabupaten melalui surat tanggal 25 Mei 1810.


SK Kemenkumham PPP Mardiono Terbit, Kader Diminta Kembali Satu Suara

16 hari lalu

SK Kemenkumham PPP Mardiono Terbit, Kader Diminta Kembali Satu Suara

Mardiono mengaku dirinya sedang fokus melakukan konsolidasi dengan para elite dan kader PPP usai ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum.


Sebut Suharso Sahabat, Mardiono Bantah Ada Konflik dan Perpecahan di PPP

16 hari lalu

Sebut Suharso Sahabat, Mardiono Bantah Ada Konflik dan Perpecahan di PPP

Mardiono menyebut PPP tidak mengalami perpecahan meski mengalami pergantian kepemimpinan.


Muhammad Mardiono Bantah Ada Campur Tangan Istana Soal SK Kemenkumham

17 hari lalu

Muhammad Mardiono Bantah Ada Campur Tangan Istana Soal SK Kemenkumham

Muhammad Mardiono menyatakan SK Kemenkumham bisa keluar secara cepat karena semua prosesnya sudah secara daring.


Suhu Kota Bandung 16 Derajat, Begini Cuaca Hari Ini dari BMKG

18 hari lalu

Suhu Kota Bandung 16 Derajat, Begini Cuaca Hari Ini dari BMKG

Suhu di Bandung itu bukan hanya yang terendah dari kisaran suhu udara hari ini, tapi juga yang paling rendah untuk setidaknya selama sepekan ini.


Pengamat Bicara 2 Opsi yang Kemungkinan Diambil Suharso Monoarfa dalam Kemelut PPP

18 hari lalu

Pengamat Bicara 2 Opsi yang Kemungkinan Diambil Suharso Monoarfa dalam Kemelut PPP

Suharso Monoarfa dilengserkan sebagai Ketua Umum PPP. Digantikan Mardiono sebagai Plt ketua umum partai.