Perkuat Hubungan, RI - Korea Selatan Bahas Kerja Sama Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo dengan ditemani Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye melihat sejumlah anak mengibarkan bendera Indonesia dan Korea Selatan dalam upacara penyambutan tamu kehormatan di Blue House di Seoul, Korea Selatan, 16 Mei 2016. AP Photo

    Presiden Indonesia, Joko Widodo dengan ditemani Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye melihat sejumlah anak mengibarkan bendera Indonesia dan Korea Selatan dalam upacara penyambutan tamu kehormatan di Blue House di Seoul, Korea Selatan, 16 Mei 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Korea Lim Sung-Nam, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A.M. Fachir bahas kerja sama bilateral antara kedua negara untuk memperkuat hubungan.

    Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri, beberapa agenda yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut antara lain kerja sama bilateral bidang pertahanan, ekonomi, sosial budaya, serta konsuler dan tenaga kerja.

    "Pertemuan Pertama High Working Level Strategic Dialogue dilaksanakan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan ROK sebagai implementasi hasil kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Republik Korea pada 2016," demikian tulis Kemenlu dalam siaran pers yang dikirimkan kepada Bisnis pada Senin, 6 Februari 2017.

    Selain membahas isu bilateral, Kemlu mengungkapkan, kedua negara juga berbagi pandangan mengenai isu-isu strategis pada tingkat regional dan global yang menyangkut kepentingan kedua negara.

    Saat ini, Kemlu menuliskan, Republik Korea merupakan mitra kerja sama strategis bagi Indonesia. Pada 2016, Republik Korea merupakan mitra dagang terbesar ke-6 dan negara penyumbang investasi asing ke-9 terbesar bagi Indonesia

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.