KPU Kota Ambon: Sebanyak 6.523 Kertas Suara Rusak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPUD Kab Serang Abidin Nasyar menunjukkan bukti surat suara yang rusak. TEMPO/Darma Wijaya

    Komisioner KPUD Kab Serang Abidin Nasyar menunjukkan bukti surat suara yang rusak. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Ambon - Ketua Devisi Logistik, KPU Kota Ambon Rieke Urilal mengatakan, Sebanyak 6.523 lembar surat suara rusak untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon yang digelar 15 Februari mendatang.

    Surat suara yang rusak itu, merupakan daftar pemilih tetap (DPT) maupun cadangan berjumlah 6.485 lembar, terdiri dari surat suara robek 39 lembar, buram 115, kotor 130, tidak berwarna 21 dan terdapat titik putih pada gambar pasangan calon nomor urut dua yakni Paulus Kastanya, M.A.S Latuconsina sebanyak 6.180 lembar.

    Baca juga:

    Plt Gubernur Aceh: Pilkada Akan Aman, Warga Jangan Takut
    KPU Tolikara Libatkan Siswa SMA Lipat Surat Suara

    Sedangkan surat suara Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang rusak sebanyak 38 lembar, sehingga harus dilakukan pencetakan ulang.

    "Setelah kami sortir, ditemukan kertas suara rusak karena kotor,terdapat bercak putih di gambar paslon nomor urut 2. Untuk menggantinya masih dalam proses pencetakan di Surabaya," kata Rieke.

    Bercak putih pada gambar salah satu calon di kertas suara tersebut dikhawatirkan akan mengganggu jalannya Pilkada. Menurut Rieke, PT Temprima Grafika telah bertanggungjawab untuk mengganti kerusakan itu.

    "Setelah berkoordinasi dengan tempat percetakan surat suara, kami putuskan untuk mengganti surat suara yang rusak supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

    Sebelumnya, jumlah surat suara yang diterima berjumlah 245.567 lembar yang terdiri dari surat suara DPT 237.627, surat suara casangan 2,5 persen 5.940 lembar dan PSU 2,000 lembar.

    RERE KHAIRIYAH

    Simak:
    Napi Korupsi Bebas Pelesiran (4), Ini Alasan Mereka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.