Kisruh Ma`ruf-Ahok Selesai, Warga NU Diminta Tak Ikut Aksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa dari berbagai Ormas Islam dan Masyrakat turun ke jalan menyuarakan  penahanan Ahok saat Aksi Damai Bela islam Jilid III 212 di kawasan Sudirman, Makassar, 2 Desember 2016. Massa juga menggelar doa dan dzkir bersama untuk keutuhan NKRI. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ratusan massa dari berbagai Ormas Islam dan Masyrakat turun ke jalan menyuarakan penahanan Ahok saat Aksi Damai Bela islam Jilid III 212 di kawasan Sudirman, Makassar, 2 Desember 2016. Massa juga menggelar doa dan dzkir bersama untuk keutuhan NKRI. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COKarawang - Anggota Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diminta tidak mengikuti aksi 112 di Jakarta pada Sabtu, 11 Februari 2017. Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan sedang melakukan konsolidasi supaya 300 ribu orang NU di Karawang tidak terprovokasi ajakan tersebut.

    Menurut Ahmad, awalnya ada 10 ribu warga NU Karawang yang siap mengikuti demo 112 ke Jakarta. "Situasi sempat genting dan banyak yang siap ikut aksi. Tapi kami imbau tidak terprovokasi isu lain. Sebab, kami murni membela Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, bukan pada tataran pilkada," ujar Ahmad di Karawang, Senin, 6 Februari 2017.

    Baca: Rakyat Terpecah, Ulama NU: Elite Jangan Paksakan Ego

    Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan kader NU Karawang bereaksi keras setelah insiden antara tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ma’ruf Amin saat bersaksi di persidangan. "Bahkan sudah ada desakan dari bawah. Ada seruan jihad lantaran Ahok sudah melecehkan ulama," kata Ahmad. 

    Salah satu yang bereaksi keras adalah para anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pedes. Ratusan anggota organisasi sayap NU itu sudah siap berangkat ke Jakarta. Kisruh Ahok dan Ma'ruf Amin bermula dari sidang dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 7 Februari 2017. Ahok mengancam akan memperkarakan kesaksian Ketua MUI, yang dianggap berbohong.

    Tak lama berselang, Ahok minta maaf kepada Ma’ruf Amin dan tidak akan mengadukan ke polisi. Ma'ruf Amin pun sudah mengatakan menerima permintaan maaf Ahok. "Kalau sudah meminta maaf, ya sudah," kata Ma'ruf.

    Ketua GP Ansor Karawang Ade Permana mengatakan kini pengurus berupaya menenangkan kader di Kecamatan Pedes. "Mereka sudah menyewa bus untuk berangkat ke Jakarta," kata Ade. "Cabang lain masih menunggu komando dari pusat. Saya diperintahkan untuk menahan diri."

    Simak: Gus Solah: Politikus dan Ormas, Belajarlah dari Hasyim Asyari

    Kepala Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Andi Herindra mengatakan belum tentu gelombang massa dari Karawang akan ikut aksi 112. Menurut dia, jajarannya masih melakukan pendataan terhadap elemen masyarakat Karawang yang akan ikut aksi 112 ke Jakarta. 

    "Sampai saat ini belum ada elemen atau kelompok yang menyatakan akan berangkat. Dan kami dari Polres Karawang tetap mengimbau semua pihak selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ucap Andi. 

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.