Motto Sumut Berubah Menjadi Semua Urusan Musti Tuntas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutannya saat bersilaturahmi dengan ulama dan umat Islam se-Jawa Tengah di Mapolda Jalan Pahlawan, Semarang, 3 Ferbruari 2017 malam. Kapolri berpesan persatuan antara umat, ulama, Polri dan TNI akan menghindarkan perpecahan bangsa. TEMPO/Budi Purwanto

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutannya saat bersilaturahmi dengan ulama dan umat Islam se-Jawa Tengah di Mapolda Jalan Pahlawan, Semarang, 3 Ferbruari 2017 malam. Kapolri berpesan persatuan antara umat, ulama, Polri dan TNI akan menghindarkan perpecahan bangsa. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Medan -    Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengharapkan masyarakat dan aparatur pemerintah  di Sumatera Utara mampu mengubah citra negatif dan anekdot yang pernah melekat untuk daerah itu.  Dalam peluncuran e-policing "Polisi Kita" di Lapangan Merdeka Medan, Minggu, Kapolri menyebutkan adanya pameo yang menyebutkan Sumut dengan istilah "Semua Urusan Melalui Uang Tunai".

    Anekdot tersebut memberikan citra negatif bagi provinsi ini karena seolah-olah segala urusan tidak dilaksanakan secara profesional, melainkan transaksional. "Sumut harus diubah menjadi 'Semua Urusan Musti Tuntas'," kata Tito di hadapan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Rycko Amleza Dahniel, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

    Menurut Kapolri, Sumut merupakan salah satu provinsi yang paling maju dan banyak pembangunannya di Tanah Air. Namun pembangunan tersebut diharapkan bukan hanya dari aspek infrastruktur, tetapi juga budaya, termasuk budaya dalam pelayanan publik.

    Untuk mencapai hasil yang maksimal, budaya negatif yang ada harus dihilangkan, terutama budaya aparatur pemerintahan. "Kalau aparatnya bersih, Sumut pasti akan lebih maju dan menjadi model di Indonesia," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

    Kapolri juga berharap program "e-policing" atau pelayanan kepolisian terpadu berbasis elektronik mampu memberikan pengaruh positif, terutama dalam pelayanan publik di Sumut. "Kami berharap ini tidak berhenti dalam peluncuran saja. Kami tunggu realisasinya," ujar Tito. 

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.