Pendataan Ulama, MUI Jawa Timur: Untuk Silaturahmi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Kiai Haji Abdussomad Buchori menyatakan tujuan Kepolisian Daerah Jawa Timur mendata ulama dan kiai di Jawa Timur untuk kepentingan silaturahmi.

    "Bahan untuk silaturahmi," kata dia setelah melakukan salat isya bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 4 Februari 2017.

    Dia meminta para kiai untuk tidak resah. Untuk itu, ia akan menjelaskan kepada para ulama dan kiai se-Jawa Timur. "Jadi keinginan Kapolda di Jatim untuk sekadar kenal," ucapnya. Abdussomad melanjutkan, dengan adanya silaturahmi, ulama bisa terlibat dalam membangun negara.

    Baca juga:
    Di Depan Mahasiswa, Menkominfo Berikan Tip Memerangi Hoax

    Hadiri Pemakaman Korban Masjid Kanada, PM Trudeau Menangis

    Pada Jumat, 3 Februari 2017, Machfud Arifin mengunjungi kediaman pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, di Jombang, Jawa Timur. Kunjungan ke Tebuireng tersebut salah satunya untuk meredam umat Islam di Jawa Timur agar tak menggelar aksi ke Jakarta.

    Machfud Arifin mengaku dalam kunjungannya meminta para kiai untuk ikut menenangkan umat, mengingat tantangan ke depan semakin kompleks. "Saya pejabat baru di Jatim ingin silaturahmi ke para kiai sepuh, termasuk ke Gus Solah. Tentunya minta doa restu untuk memimpin Jatim, juga menyikapi isu nasional, bisa meredam umat," tuturnya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat malam, 3 Februari.

    Saat disinggung terkait dengan edaran pendataan kiai di Jombang dan keberatan sejumlah kiai, Kapolda Machfud menjelaskan pendataan dilakukan untuk mendapat referensi langsung kiai yang hendak dikunjungi. Machfud ingin menjalin komunikasi yang baik dengan para kiai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.