Menkominfo: Hoax Itu Seperti Korupsi, Harus Diperangi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat mengkampanyekan anti-hoax di Jakarta, Minggu, 8 Januari 2017. M IQBAL ICHSAN

    Masyarakat mengkampanyekan anti-hoax di Jakarta, Minggu, 8 Januari 2017. M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan maraknya berita hoax di masyarakat karena munculnya ketidakpercayaan terhadap media umum alias media mainstream, terutama media cetak.

    "Karena dianggapnya media cetak ini informasinya tidak benar, sehingga banyak masyarakat mencari informasi sendiri bahkan membuat informasi sendiri jadi seolah-olah bahwa informasinya yang benar," kata Rudiantara di hadapan  dua ribuan mahasiswa yang mengikuti kegiatan Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu, 4 Februari 2017.

    Baca:
    Ini Alasan GP Ansor Rencanakan Demo di Posko Pemenangan Ahok
    Polemik Ahok dan Ma'ruf, Kakak Ahok: NU Bukan Sumbu Pendek  

    Padahal, menurut Rudiantara, informasi yang disampaikan tersebut  belum tentu benar karena tidak bisa divalidasi. "Itulah yang namanya hoax. Hoax itu ibaratnya menipu, hoax itu ibaratnya mengkorupsi informasi. Jadi kita harus memerangi yang namanya hoax," ujarnya.

    Rudiantara menjelaskan, pemerintah memang mempunyai kewenangan melakukan pemblokiran. Tapi, kata dia, itu kurang efektif.

    Rudiantara menuturkan saat ini ada sekitar  800 ribu situs yang diblokir pemerintah. Tak semua situs itu berisi hoax. Menurut Rudi, 90 persen di antaranya adalah situs yang isinya pornografi. "Sisanya, situs tentang perjudian, penipuan, serta peredaran obat dan makanan tidak sesuai prosedur seharusnya," katanya.

    Di antara situs itu, kata dia, memang ada situs hoax, namun tidak sebanyak pornografi. "Saya yakin banyak orang Indonesia tahu yang belakangnya XXX, inilah yang sebetulnya merusak bangsa," katanya.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.