Wartawan Senior Tempo Dianugerahi Lifetime Achievements 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudiantara, Menteri Kominfo (kiri) bersama Fikri Jufri dari TEMPO usai menyerahkan penghargaan Lifetime Achievements Awards dari SPS (Serikat Perusahaan Pers) di Jakarta, 3 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    Rudiantara, Menteri Kominfo (kiri) bersama Fikri Jufri dari TEMPO usai menyerahkan penghargaan Lifetime Achievements Awards dari SPS (Serikat Perusahaan Pers) di Jakarta, 3 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan senior Tempo, Fikri Jufri meraih penghargaan Lifetime Achievement Awards 2017 dalam rangka 70 tahun berdirinya Serikat Perusahaan Pers (SPS).
    Fikri menerima penghargaan ini bersama dengan 13 tokoh media nasional yang selama ini telah berkiprah mendorong pertumbuhan dan perkembangan asosiasi serta industri media cetak Indonesia.

    Penghargaan itu diberikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. "Selamat kepada para penerima penghargaan, selamat menginspirasi," ujar dia, dalam sambutannya, dalam acara Malam Penghargaan SPS, di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017.

    Fikri merupakan wartawan senior sekaligus pendiri Majalah Tempo pada 1971 bersama Harjoko Trisnadi, Lukman Setiawan, Bur Rasuanto, dan Goenawan Mohamad.

    Ketua Harian SPS, Ahmad Djauhar menuturkan penghargaan ini diharapkan mampu merangsang dan menginspirasi lahirnya karya-karya kreatif.

    Selain Lifetime Achievement Awards, SPS juga memberikan penghargaan kepada sampul muka (cover) surat kabar, majalah, tabloid, serta rubrik anak muda terpilih dalam penghargaan bertajuk kIndonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), dan Indonesia Student Print Media Awards (ISPRIMA) 2017.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.