Pengembangan Pelabuhan Cirebon Tunggu Persetujuan Kemenhub  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelabuhan. ANTARA/Ampelsa

    Ilustrasi pelabuhan. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Cirebona – Setelah disetujui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pengembangan pelabuhan Cirebon tinggal menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan. Pengembangan pelabuhan Cirebon akan terintegrasi dengan kereta api.

    Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cirebon, Revolindo, menyatakan bahwa Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Cirebon telah disetujui oleh Gubernur Jabar. “Sejak 30 Desember 2016 sudah ditandatangani Gubernur Jabar,” kata Revo, Jumat, 3 Januari 2017.

    Hanya, masih ada sejumlah berkas yang harus dilengkapi. Karena itu, Revo pun harus segera memanggil konsultan untuk melengkapi sejumlah berkas yang diminta.

    Saat ini, Revo menuturkan, berkas RIP tersebut sudah siap. “Senin esok, 6 Februari 2017, akan saya bawa ke Kementerian Perhubungan,” tuturnya.

    Saat ditanyai tentang batas waktu persetujuan RIP tersebut oleh Menteri Perhubungan, Revo menyatakan tidak tahu pasti. “Karena itu sudah ranah menteri,” kata Revo.

    Revo berjanji pihaknya akan mendorong agar RIP tersebut bisa segera disetujui, terutama melalui Dirjen Perhubungan Laut. “Menurut saya, berkasnya sudah lengkap. Mudah-mudahan bisa secepatnya disetujui,” ucapnya.

    Seperti diketahui, setelah lama terkatung-katung di tingkat Kota Cirebon, RIP Cirebon sebagai dasar untuk pengembangan Pelabuhan Cirebon akhirnya disetujui Wali Kota Cirebon sekitar November 2016. Selanjutnya, RIP itu dibawa ke tingkat gubernur, dan akhir Desember 2016 disetujui oleh Gubernur Jawa Barat. Jika nantinya disetujui ditingkat menteri, pengembangan Pelabuhan Cirebon bisa segera dilakukan. “Ada tiga tahap yang akan dilakukan,” kata Revo.

    Tahap pertama adalah melakukan reklamasi dan membangun dermaga. Pada tahap ini juga akan dibangun jalur kereta api yang terintegrasi dengan pengangkutan barang di Pelabuhan Cirebon. Menurut Revo, banyak dampak positif pengangkutan barang menggunakan kereta api, di antaranya mengurangi beban angkut di jalan. Sedangkan tahap kedua adalah pembangunan terminal penumpang, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan pelabuhan yang menjorok maju ke tengah laut.

    Adapun Manajer Operasional PT Pelindo II Pelabuhan Cirebon, Yossianus Marciano, mengungkapkan, kajian terhadap pengembangan Pelabuhan Cirebon saat ini sudah dilakukan PT Pelindo II pusat. “Planning, data, serta kajian yang mendasarinya tengah digodok,” kata Yossi. Jika pengembangan pelabuhan Cirebon disetujui oleh Menteri Perhubungan, pelabuhan Cirebon nantinya akan menjadi pelabuhan yang maju dan modern.

    IVANSYAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.