Alasan Jokowi Akan Terima SBY Setelah 15 Februari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keinginan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertemu Presiden Joko Widodo adalah hal yang wajar. Dia meyakini Jokowi akan menerima SBY setelah 15 Februari 2017.

    Baca juga: Berbalas Kata Antara Cikeas dan Istana  

    Kalla mengatakan pertemuan setelah 15 Februari dilakukan supaya semua pihak tenang. "Semua kita lebih tenang lah, semua masing-masing tenang dulu. Setelah tanggal 15 lah. Jadi pasti diterima lah itu," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017.

    Tanggal 15 Februari merujuk pada masa pencoblosan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dalam pemilihan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono akan berhadapan dengan calon lainnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan.

    Dalam jumpa pers yang dilakukan pada Rabu lalu, SBY menyatakan memendam keinginan untuk bertemu langsung dengan Jokowi. Dia ingin menyampaikan secara langsung semua hal yang dikaitkan dengannya pada Presiden. Namun, kata SBY, ada dua sampai tiga orang yang melarang Presiden bertemu dengannya.

    Baca juga: Usai Salat Jumat Ditanya Soal Penyadapan, SBY Tak Menjawab

    Sebagai Wakil Presiden, sebenarnya Kalla pernah ditemui SBY menjelang aksi 411. Namun, menurut Kalla, keinginan SBY untuk bertemu langsung dengan Presiden adalah hal yang wajar.

    "Saya secara pribadi punya hubungan selama lima tahun dengan Pak SBY. Ya, sebagai wapres tentu tidak bisa mengambil putusan total, tentu banyak hal yang bisa diambil oleh Pak Presiden. Karena itu keinginan beliau untuk ketemu Presiden wajar juga," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.