Jadi Tersangka 3 Kasus, Dahlan: Jaksa Agung Ingin Dapat Muri

Reporter

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) melambaikan tangan dari dalam mobil tahanan selepas menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 31 Oktober 2016. Dahlan Iskan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan penjualan aset saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU). ANTARA/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Surabaya - Dahlan Iskan berkomentar terkait penetapannya sebagai tersangka dugaan korupsi mobil listrik oleh Kejaksaan Agung. Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara itu menganggap Jaksa Agung ingin mendapatkan Museum Rekor Indonesia karena bisa menetapkan dirinya tersangka tiga kali.

Baca juga: Dahlan Iskan Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Mobil Listrik

"Saya kira yang mulia jaksa agung mungkin pingin dapat hadiah Muri karena bisa menjadikan seorang Dahlan Iskan, mantan menteri BUMN dan tokoh pers Indonesia menjadi tersangka tiga kali," kata Dahlan setelah menjalani sidang kasus dugaan korupsi penjualan PT Panca Wira Usaha di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat, 3 Februari 2017.

Menurut Dahlan, tiga kasus yang menjadikannya tersangka tak satu pun ada kaitannya dengan sogok-menyogok, suap-menyuap, aliran dana, pemberian atau mengambil uang. "Jadi saya bersangka baik, mungkin beliau (jaksa agung) pengin mendapatkan penghargaan dari MURI," kata Dahlan.

Sebelum mobil listrik, Dahlan telah ditetapkan tersangka untuk kasus penjualan aset BUMD milik pemerintah Provinsi Jawa Timur PT PWU dan gardu listrik. Kasus yang pertama masih dalam proses persidangan, sedangkan kasus yang kedua Dahlan Iskan dinyatakan bebas setelah menang di praperadilan.

Baca: Ini Tanggapan Dahlan Setelah Jadi Tersangka Mobil Listrik 

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan Dahlan sebagai tersangka sejak 26 Januari lalu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Muhammad Rum, mengatakan status tersangka Dahlan ditetapkan lewat penerbitan surat perintah penyidikan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Kejaksaan Agung menilai Dahlan ikut bertanggung jawab atas pengadaan 16 mikrobus dan bus eksekutif listrik yang digunakan sebagai kendaraan resmi delegasi peserta Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bali pada Oktober 2013. Proyek senilai Rp 32 miliar itu didanai PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina.

Dahlan menunjuk Dasep Ahmadi, pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama, sebagai pembuat bus. Tapi, berdasarkan hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, proyek itu membuat negara rugi Rp 28,99 miliar karena bus-bus itu ternyata tak bisa dipakai. Dasep telah dihukum 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Maret 2016.

Jaksa lalu mengajukan banding dan kasasi. Hasilnya, Mahkamah Agung menyebutkan ada dugaan keterlibatan Dahlan bersama Dasep dalam kasus korupsi tersebut.

NUR HADI






5 Bulan Meluncur, Pemesanan Wuling Air ev Sudah 4.000 Unit (TEMBAKAN PAGI)

23 menit lalu

5 Bulan Meluncur, Pemesanan Wuling Air ev Sudah 4.000 Unit (TEMBAKAN PAGI)

PT Wuling Motors mengumumkan penjualan mobil listrik mungil Wuling Air ev sudah 4.000 unit.


Menteri ESDM Ungkap Langkah Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

13 jam lalu

Menteri ESDM Ungkap Langkah Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Kementerian ESDM tengah berfokus pembenahan sisi hulu industri kendaraan listrik, seperti manufaktur dan infrastruktur.


Gaikindo Tanggapi Rencana Insentif Mobil Listrik dari OJK

17 jam lalu

Gaikindo Tanggapi Rencana Insentif Mobil Listrik dari OJK

Gaikindo menyatakan masyarakat Indonesia berminat pada mobil listrik dengan harga di bawah Rp 300 juta. Gaikindo mendukung insentif dari OJK.


Volkswagen Dirikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Kanada, Lihat Alasannya

18 jam lalu

Volkswagen Dirikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Kanada, Lihat Alasannya

Volkswagen dan Mercedes-Benz juga gandeng Kanada untuk mengamankan akses mineral bahan balu baterai mobil listrik untuk memperpendek rantai pasokan.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

18 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

19 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


Mobil Listrik Genesis G80 Bekas KTT G20 Dijual, Harga Nyaris Rp 5 Miliar

1 hari lalu

Mobil Listrik Genesis G80 Bekas KTT G20 Dijual, Harga Nyaris Rp 5 Miliar

Adapun model Genesis G80 yang dijual ini adalah model Standard Wheel Base (SWB) dan Spesial Edition Long Wheel Base (LWB).


Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

1 hari lalu

Gaikindo Sebut Insentif OJK Bisa Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Gaikindo Kukuh Kumara menuturkan bahwa guyuran insentif kendaraan listrik dari OJK dapat mendorong pertumbuhan industri.


Renault dan Nissan Tunda Kesepakatan Restrukturisasi Aliansi

1 hari lalu

Renault dan Nissan Tunda Kesepakatan Restrukturisasi Aliansi

Renault dan Nissan akan melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan dan bisa bertemu kembali untuk pengumuman berikutnya di London.


Hyundai Ioniq 5 Eks KTT G20 Bali Harga Normal Tanpa Indent: Sold Out!

2 hari lalu

Hyundai Ioniq 5 Eks KTT G20 Bali Harga Normal Tanpa Indent: Sold Out!

Hyundai Motors Indonesia mengatakan mobil listrik bekas KTT G20 Bali sudah ludes terjual. Beli Hyundai Ioniq 5 tidak perlu indent.