Kalla Yakin Jokowi Terima SBY Setelah 15 Februari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan calon Presiden Joko Widodo dengan didampingi calon Presiden Jusf Kalla saat menghadir buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, 20 Juli 2014. REUTERS

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan calon Presiden Joko Widodo dengan didampingi calon Presiden Jusf Kalla saat menghadir buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, 20 Juli 2014. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keinginan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertemu Presiden Joko Widodo adalah hal yang wajar. Dia meyakini Jokowi akan menerima SBY setelah 15 Februari 2017.

    Baca juga: Berbalas Kata Antara Cikeas dan Istana

    "Saya kira Presiden pasti menerimanya. Ya, setidak-tidaknya setelah tanggal 15-lah, supaya tidak menjadi isu politik," kata Kalla di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017

    Tanggal 15 Februari merujuk pada masa pencoblosan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dalam pemilihan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono akan berhadapan dengan calon lainnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan.

    Dalam jumpa pers yang dilakukan pada Rabu lalu, SBY menyatakan memendam keinginan untuk bertemu langsung dengan Jokowi. Dia ingin menyampaikan secara langsung semua hal yang dikaitkan dengannya kepada Presiden. Namun, kata SBY, ada dua sampai tiga orang yang melarang Presiden bertemu dengannya.

    Baca juga: SBY Tak Menjawab Saat Ditanya Soal Penyadapan

    Sebagai wakil presiden, sebenarnya Kalla pernah ditemui SBY menjelang aksi 411. Namun, menurut Kalla, keinginan SBY untuk bertemu langsung dengan Jokowi adalah hal yang wajar. 

    "Saya secara pribadi punya hubungan selama lima tahun dengan Pak SBY. Ya, sebagai wapres, tentu tidak bisa mengambil putusan total. Tentu banyak hal yang bisa diambil oleh Pak Presiden. Karena itu, keinginan beliau untuk ketemu Presiden wajar juga," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.