Wawancara Ma'ruf Amin: Kalau Sudah Minta Maaf, Ya Dimaafkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kedelapan kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Selasa, 31 Januari 2017, membuat geger. Penyebabnya, Ahok menuding Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin yang hadir sebagai saksi memberikan keterangan tidak benar. Ahok mengancam akan menempuh upaya hukum.

    Pernyataan itu memantik emosi sebagian besar kalangan Nahdlatul Ulama. Meski Ma’ruf dihadirkan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum MUI, sebagian publik tidak bisa melepaskan posisinya sebagai Rais Aam Pengurus Besar NU. Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun geram karena merasa percakapannya dengan Ma’ruf disadap.

    Sejumlah pihak ikut sibuk. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan, dan Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana menemui Ma’ruf untuk meredam situasi.

    Soal pelaporan saksi pelapor, tim kuasa hukum Ahok mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis, 2 Februari 2017. Kedatangan mereka untuk melaporkan salah satu saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok.

    "Kehadiran kami dalam rangka melaporkan salah seorang saksi yang diduga memberikan keterangan palsu," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, Urbanisasi, di Markas Polda Metro Jaya.

    Pada Rabu lalu, Ahok menyatakan meminta maaf. Ia juga membantah disebut akan melaporkan Ma’ruf ke polisi. Kamis, 2 Februari 2017, Tempo mewawancarai Ma’ruf di kediamannya di Jalan Deli Lorong 27, Koja, Jakarta Utara. Berikut ini petikan wawancaranya, seperti dimuat Koran Tempo, Jumat, 3 Februari 2017.

    Susilo Bambang Yudhoyono membenarkan adanya percakapan telepon dengan Anda pada Oktober tahun lalu, membicarakan apa saja?
    Enggak ada komentar. (Rabu lalu, Yudhoyono mengaku berbincang dengan Ma’ruf melalui telepon milik anggota staf Ma’ruf. Yudhoyono mengatakan saat itu hanya mengabarkan kedatangan anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk meminta restu PBNU dan Muhammadiyah sebagai calon Gubernur DKI dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017.

    Rabu malam, 1 Februari 2017, Menteri Luhut, Kapolda Metro Jaya, dan Pangdam Jaya menemui Anda. Membahas soal apa?
    Mereka biasa, bersilaturahmi, supaya tetap ada hubungan baik, serta membicarakan bagaimana menjaga situasi kondusif, jangan sampai ada gejolak di masyarakat. Mereka berharap saya juga ikut menenangkan keadaan, karena saya ini biasa ada di masyarakat.

    Menenangkan gejolak di masyarakat yang terjadi karena ucapan Ahok dalam sidang Selasa, 31 Januari 2017?
    Iya, untuk tenang. Jangan terprovokasi.

    Apakah Anda tersinggung atas pernyataan Ahok dalam sidang itu?
    Saya biasa-biasa saja. Yang marah kan bukan saya, yang marah umat.

    Ahok sudah menyatakan meminta maaf kepada Anda. Tanggapan Anda?
    Ya, sudah. Orang minta maaf ya dimaafkan. Sudah selesai.

    Apakah artinya kasus ini sudah dianggap selesai?
    Kalau sudah minta maaf, ya dimaafkan. Selesai.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN

    Simak pula:
    Dugaan Penyadapan, Tim Kuasa Hukum Ahok Sayangkan SBY
    Dalami Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa 3 Mantan Dirut Garuda

    Saksikan: 

    Ma'ruf Amin Diperiksa 7 Jam, Ketua Komisi Hukum MUI Protes Keras

    Ini Rekaman Suara Ahok Terkait Kesaksian Ma'ruf Amin

    Klarifikasi Ahok terkait Kesaksian Ma'ruf Amin

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.