PT PAL Mulai Kerjakan Kapal Cepat Rudal Pesanan Kemhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT PAL telah membangun tiga Kapal Cepat Rudal sepanjang 60 meter (KCR60). Kapal cepat ini mampu membawa empat rudal permukaan ke permukaan C-705 buatan Tiongkok. Selain KCR60, PT Pal juga membangun KCR40, yang mampu membawa dua rudal C-705. globalsecurity.org

    PT PAL telah membangun tiga Kapal Cepat Rudal sepanjang 60 meter (KCR60). Kapal cepat ini mampu membawa empat rudal permukaan ke permukaan C-705 buatan Tiongkok. Selain KCR60, PT Pal juga membangun KCR40, yang mampu membawa dua rudal C-705. globalsecurity.org

    TEMPO.CO, Surabaya - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan satu unit kapal cepat rudal (KCR) 60 meter pesanan bagian kedua dari Kementerian Pertahanan dengan nomor pembangunan W000297.

    Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin pada acara pemotongan perdana baja kapal (first steel cutting) KCR 60 meter batch #2 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 2 Februari 2017, mengatakan berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Pertahanan karena telah diminta mengerjakan KCR bagian kedua.

    Baca juga: PT PAL Selesaikan Kapal Perang Kedua Pesanan Filipina

    "Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertahanan karena telah memberi kepercayaan, dan kami berusaha terus menuju perubahan yang lebih baik dalam mengerjakan setiap pesanan kapal perang," kata Firmansyah.

    Ia mengatakan dalam setiap progres pembangunan KCR dilakukan dengan progresif, dan sudah ada tujuh blok kapal yang telah dikerjakan sesuai jadwal.

    Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Baranahan) Laksamana Muda TNI Leonardi mengatakan kegiatan pemotongan besi kapal yang dilakukan hari ini adalah bagian untuk mengawali pengerjaan kerangka bangunan kapal.

    Simak pula: Pertama dalam Sejarah, Indonesia Ekspor Kapal Perang SSV-1

    "Kami harap prosesnya bisa selesai tepat waktu dan pembangunannya berjalan sesuai keinginan yang direncanakan Kemenhan," katanya.

    Leonardi mengaku secara umum KCR 60 meter bagian kedua ini tidak jauh berbeda dengan tiga unit KCR yang dipesan di bagian pertama, namun ada beberapa persenjataan yang memang mempunyai kapasitas lain dibanding yang pertama, ditambah stabilitas kapal yang lebih sempurna.

    "Memang ada pilihan-pilihan teknologi pada pesenan bagian kedua ini, dan TNI sudah bisa menyesuaikan dengan keinginannya peralatan canggih yang dibutuhkan seperti CMS (Combat Management System)," katanya.

    Lihat pula: Jusuf Kalla Berangkatkan Kapal Perang Pesanan Filipina

    Leonardi mengaku target pengerjaan pesanan KCR bagian kedua adalah 24 bulan, atau sekitar Juli 2018 sudah dilakukan serah terima dan pengetesan kemampuan kapal.

    "Kami harapkan target Juli 2018 sudah selesai semua dan dilakukan serah terima, sehingga bisa memperkuat alutsista TNI AL," katanya.

    Sementara dengan adanya pesanan bagian kedua ini, jumlah KCR 60 Sampari Class yang dimiliki TNI AL ke depannya akan menjadi empat unit, setelah pada bagian pertama PAL mengerjakan tiga unit kapal yang telah diluncurkan, dan dilengkapi rudal anti kapal C-705.

    ANTARA

    Baca juga:
    Luhut Bertemu Ketua MUI Ma'ruf Amin, Presiden Jokowi: Baik...
    Ahok Minta Maaf: Luhut, Kapolda, dan Pangdam Temui Ketua MUI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.