Penyelundupan Senjata di Sudan, Menlu Berupaya Akses Bukti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Formed Police Unit (FPU) IV berbaris dalam acara Pembaretan di Pantai Teluk Naga, Tangerang, (5/11). Pasukan tersebut terdiri dari 140 personil yang akan ditugaskan ke Sudan sebagai misi penjaga perdamaian PBB. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pasukan Formed Police Unit (FPU) IV berbaris dalam acara Pembaretan di Pantai Teluk Naga, Tangerang, (5/11). Pasukan tersebut terdiri dari 140 personil yang akan ditugaskan ke Sudan sebagai misi penjaga perdamaian PBB. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tim bantuan hukum Indonesia berupaya memperoleh akses terhadap barang bukti dugaan penyelundupan berbagai jenis senjata api yang dilakukan kontingen "Formed Policy Unit" (FPU) VIII di Bandara Al Fashir, Sudan.

    Menurut dia, sejak tiba di Al Fashir pada 31 Januari 2017, tim Indonesia terus berdiskusi dengan otoritas Sudan yang berada di Karthoum, pemerintah lokal Al Fashir, kepolisian, maupun pihak PBB untuk misi penjaga perdamaian di Darfur (UNAMID) untuk mendapatkan akses tersebut.

    "Mudah-mudahan kami bisa memulai akses terhadap barang bukti serta akses untuk bertemu dan melakukan pendalaman dengan anggota kontingen," ujar Menlu di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri tentang Hukum dan Keamanan antara Indonesia dan Australia yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis 2 Februari 2017.

    Baca juga:
    Kasus Ahok, Santri Jombang Minta Semua Pihak Menahan Diri
    Pria Ini Dituduh Sebarkan Chat yang Diduga Dilakukan Rizieq-Firza

    Menlu Retno berujar, tim bantuan hukum Indonesia direncanakan akan berada di Sudan hingga 6 Februari 2017 mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan memperpanjang masa tinggal kalau upaya diplomasi dan penyelidikan masih diperlukan. "Yang jelas komunikasi antara Karthoum, Al Fashir, Jakarta, dan New York terus berjalan untuk memastikan kami bisa mendapat informasi yang kami perlukan mengenai kasus ini," tutur Retno.

    Hingga saat ini, 139 personel Polri yang menjadi anggota FPU VIII masih tertahan kepulangannya karena menunggu hasil investigasi atas kasus penyelundupan senjata. Pasukan perdamaian Indonesia itu diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi yang disamarkan seperti mineral berharga meliputi 29 senapan Kalashnikov, empat senapan, enam senapan GM3, dan 61 berbagai jenis pistol, serta berbagai jenis amunisi dalam jumlah besar.

    Adapun Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian  membantah tuduhan penyelundupan senjata di Sudan. Dia menyatakan 10 koper yang berisi berbagai senjata dan amunisi itu bukan milik personel Polri yang telah menyelesaikan tugasnya di Sudan.

    ANTARA


    Baca juga:
    |
    Ridwan Kamil Puji Prancis Baik Hati, Ini Alasannya
    Garuda Tergelincir, Puluhan Jadwal Adisutjipto Geser ke Solo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...