WNI Milisi ISIS Tewas di Filipina, Menteri Luar Negeri: Harus Konfirmasi

Reporter

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai rapat koordinasi khusus di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017. TEMPO/ Yohanes Paskalis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengatakan pihaknya harus mendalami pemberitaan media asing mengenai tewasnya warga negara Indonesia dalam operasi militer angkatan bersenjata Filipina. Di sejumlah pemberitaan menyebutkan WNI bernama panggilan Mohisen yang diduga tergabung dalam jaringan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dalam operasi tersebut.

"Saya harus konfirmasi dulu, ya," ucap Retno di Hotel Sari Pan Pacific, Menteng, Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017.

Baca juga: Polri: Sekitar 220 WNI Dideportasi Saat Akan Gabung ISIS

Retno berujar, pihaknya tak pernah menyampaikan informasi yang tak terkonfirmasi kepada awak media. Menurut dia, sering terjadi kesimpangsiuran antara informasi awal dan informasi yang tersiar di media. "Beberapa kali informasi (datang). Saat dilakukan pengecekan, ternyata tak seperti yang dikabarkan."

Dia meminta waktu untuk mendalami pemberitaan mengenai penemuan jenazah Mohisen dalam operasi militer tersebut. Dia pun belum bisa mengkonfirmasi, apakah Mohisen yang dimaksud adalah rekan petinggi kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

"Beri kami waktu sampai mengonfirmasi semuanya. Kalau sudah terkonfirmasi, pasti kami sampaikan kepada media," tutur Retno.

Simak pula: Kapal TKI Karam, Menlu: 10 Jenazah Dipulangkan ke Indonesia

Media asing, seperti Manila Times, pada Senin lalu menyebutkan jenazah Mohisen ditemukan di antara 15 mayat teroris. Disebutkan pula bahwa militer Filipina meminta bantuan Indonesia untuk verifikasi identitas dan latar belakang Mohisen.

Isnilon, yang juga terlibat bentrok dengan militer Filipina di daerah perbukitan di pinggir Kota Butig di Lanao del Sur, Filipina, diyakini terluka parah karena serangan tersebut.

YOHANES PASKALIS







Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

3 jam lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

2 hari lalu

6 ABK WNI yang Terlantar 7 Bulan di Filipina Kini Sudah Pulang

Kasus ini sempat viral di media sosial saat salah satu anak dari ABK WNI itu melalui akun @maimeichil bercerita tentang kasus, yang dialami ayahnya.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

3 hari lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

5 hari lalu

Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

Filipina menghentikan operasi 175 perusahaan perjudian lepas pantai dan mendeportasi sekitar 40.000 pekerja China.


Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

7 hari lalu

Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

Pemerintah Filipina mendistribusikan bantuan kepada ribuan pengungsi setelah topan Noru mendarat di ibu kota dan provinsi utara, menewaskan 5 orang


Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

7 hari lalu

Topan Noru Mendekat, Filipina Evakuasi Ribuan Warga Pesisir

Noru, topan tropis ke-11 yang melanda Filipina tahun ini, akan mengakibatkan hujan deras hingga lebat di wilayah ibu kota dan provinsi-provinsi terdek


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

9 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

19 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

19 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Film Miracle in Cell No. 7 Telah Dibuat Ulang di Beberapa Negara, Selain Indonesia Versi Mana Lagi?

22 hari lalu

Film Miracle in Cell No. 7 Telah Dibuat Ulang di Beberapa Negara, Selain Indonesia Versi Mana Lagi?

Film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia sukses di hari pertama tayang. Film asli Korea Selatan ini sudah di buat ulang di berbagai negara.