Dugaan Makar, Rizieq Paling Banyak Ditanya Penyidik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Rizieq Shihab bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab, juru bicara FPI Munarman, dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Bachtiar Nasir, sebagai saksi dalam kasus dugaan makar.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono merinci jumlah pertanyaan yang ditanyakan kepada ketiga saksi itu. "Untuk Pak Habib Rizieq ada sekitar 42 pertanyaan, Pak Bachtiar Nasir itu ada 30 pertanyaan, dan Pak Munarman 24 pertanyaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017.

    Baca: Setelah Diperiksa Kasus Makar, Rizieq Serukan Bela Ma`ruf Amin

    Argo menuturkan, pihaknya mendatangkan Rizieq dengan tujuan untuk mengetahui keterkaitan suatu kronologis pemufakatan makar dari awal hingga penetapan beberapa orang sebagai tersangka. "Ya intinya ini untuk mencari unsur-unsur daripada permufakatan makar itu sendiri," kata dia.

    Bachtiar Nasir yang mewakili Rizieq dan Munarman untuk berbicara di hadapan awak media, mengatakan bahwa mereka diperiksa sebagai saksi atas Rachmawati Sukarnoputri, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus itu. Bachtiar mengungkapkan, penyidik mengajukan pertanyaan seputar keterlibatan ketiganya dalam rapat dan agenda makar.

    Baca: Ketua GNPF MUI dan Jubir FPI Hadiri Pemeriksaan Kasus Makar

    Namun, kata Bachtiar, dalam keterangannya kepada polisi, ia menegaskan bahwa aksi 212 adalah aksi damai yang tidak menghendaki kerusuhan. Selain itu, dia juga menegaskan bahwa aksi itu tidak bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan. Dia mengaku tidak tahu menahu soal adanya rencana makar dalam aksi tersebut. "Aksi ini murni aksi unjuk rasa umat Islam soal penistaan agama," katanya.

    FRISKI RIANA

    Baca juga:
    Kasus Ahok, MUI: Kami Berpegang pada yang Tersurat
    Geledah Rumah, Polisi Sita Ponsel Milik Firza Husein

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.