Polisi Tangkap Adik Bupati Bulukumba di Arena Judi Qiu-qiu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Ramdani

    Ilustrasi. TEMPO/Ramdani

    TEMPO.CO, Makassar - Aparat Kepolisian Resor Bulukumba menggerebek perjudian jenis qiu-qiu dan diduga disertai pesta shabu di Dusun Borondasi, Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa malam, 31 Januari 2017 pukul 22.05 Wita.

    Wakil Kepala Polres Bulukumba Komisaris Agus Khaerul menuturkan dalam penggerebekan itu polisi menangkap sembilan orang. Mereka adalah Asgar bin Bahar, 34 tahun, anggota Sabhara Polres Bulukumba; Andi Sofyan bin Andi Sappewali, 35 tahun, pecatan TNI AD sekaligus adik Bupati Bulukumba Andi Syukri Sappewali; Andi Mappa bin A. Makkuaseng, 43 tahun; Yusran bin Bajide, 55 tahun; Saenal bin Ali 32 tahun; M. Sakir, 47 tahun; Andi Mami alias Akmi 42 tahun yang juga bekas Kepala Desa Bulo Lohe, Kecamatan Rilau Ale.

    "Dan dua perempuan yakni Nurhayati binti Burhan 37 tahun dan Jumriani binti Yunus 38 tahun," ucap Agus, Rabu, 1 Februari 2017.

    Baca: Pria Ini Nekat Susupkan Narkoba ke Bus Tahanan

    Menurut Agus, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat setempat yang menyebutkan bahwa rumah milik Syahrir Alias Caki, 31 tahun di  Borondasi sedang berlangsung pesta shabu dan judi jenis qiu-qiu.

    Polisi langsung menuju ke tempat kejadian perkara dan melakukan penggerebekan. Polisi menangkap sembilan pelaku beserta barang bukti, seperti satu bungkus kristal bening diduga shabu, satu pasang kartu domino, delapan unit telepon genggam, tiga buah dompet  warna coklat dan  hitam.

    Simak: Dua Malam Pesta Miras Oplosan, 4 Pemuda di Subang Tewas

    Selain itu juga disita satu tas jinjing warna hitam, dua buah korek gas, satu buah alat pelengkap bong, tiga batang pipet wana putih, tiga unit mobil jenis Toyota Hilux, Suzuki Swift dan Datsun serta uang Rp 717.000. 

    Pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Bulukumba untuk dilakukan penyidikan mendalam. "Tim gabungan juga masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap bandar dari shabu-shabu yang diamankan," ujar dia.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.