Sabtu, 21 Juli 2018

Mana Air Matamu Megawati !

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo:"Senyum Mega adalah Tangis Rakyat", "Mana Air Matamu Mega...!" "Harga Naik Koruptor juga Naik." Tulisan bernada mengejek tersebut tertuang aneka spanduk yang diusung sekitar 500 buruh dan pengusaha yang melakukan unjuk rasa di Balai Kota Solo, Selasa (14/1). Selain di Balai Kota, pengunjuk rasa juga beraksi di gedung DPRD Kota Solo. Mereka meminta DPRD mendukung aksi anti kenaikan bahan bakar minyak, tarif listrik dan telepon dengan mengadakan rapat paripurna. Demonstran yang berasal dari berbagai serikat buruh seperti SPTSK, SBSI, FNPBI dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini sudah sejak pagi berdatangan ke gedung Dewan. Mereka berkumpul dari halaman pabrik rokok Djitoe dengan dipimpin langsung oleh manajer pabrik HM. Betmanto. Nampak pula Sekretaris Apindo Pank Supardi dalam rombongan. Kepada anggota Dewan, buruh meminta agar DPRD secara institusi memberikan dukungan terhadap aksi mereka. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk surat keputusan dan keterlibatan anggota dewan untuk turun ke jalan. Pimpinan DPRD, Yusuf Hidayat mengatakan untuk membuat sebuah surat keputusan harus melalui rapat paripurna dan hal itu tidak bisa langsung dilakukan karena banyak anggota DPRD yang tidak datang. "Pimpinan dari FPDIP masih di Bali, untuk membuat keputusan DPRD ada prosedurnya," tandas Yusuf dari Partai Golkar ini. Tiga belas anggota DPRD dari berbagai fraksi, hanya bersedia memberikan dukungan secara pribadi dan dukungan tersebut disampaikan langsung ke DPR RI melalui faksimile. Anggota Fraksi Pembaruan, Fadjri Muhammad juga mengusulkan agar pimpinan mengagendakan tuntutan para buruh ini sebagai salah satu agenda rapat rapirpurna mendatang. Meski demikian, buruh dan pengusaha yang tergabung dalam Gerakan Bersama Buruh-Pengusaha Solo (GB2PS) ini menilai para wakil rakyat tidak aspiraratif. "Untuk itu kami bermaksud memberikan korek kuping agar para anggota Dewan bisa mendengarkan suara rakyat," kata salah seorang demonstran. (Imron RosyidTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.