Istana Persilakan SBY Bikin Janji Bertemu Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramono Anung. TEMPO/Imam Sukamto

    Pramono Anung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana Kepresidenan merespon keinginan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang ingin bertemu Presiden Joko Widodo. Sekretaris Kabinet Pramono Anung berkata, mantan Presiden SBY harus membuat permintaan untuk bertemu dahulu agar kemudian dikomunikasikan ke Presiden Joko Widodo.

    "Selama ini, siapa saja yang bertemu Presiden Joko Widodo hampir semuanya atas permintaan yang bersangkutan," ujar Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Selasa, 1 Februari 2017.

    Baca: SBY Ingin Sekali Bertemu Presiden Jokowi, tapi...

    Sebelumnya, SBY menyampaikan bahwa selama ini ada yang menghalang-halanginya untuk bertemu Presiden Jokowi. Malah, ia mengklaim bahwa sesungguhnya Presiden Jokowi yang ingin bertemu dengannya.

    SBY juga menyebut ada dua atau tiga orang di sekitar Presiden Jokowi yang menghalangi pertemuan itu terjadi. Ia tak menyebutkan siapa orang-orang itu, tetapi dia menyayangkan tindakan mereka yang membuat seorang presiden dan mantan presiden tak bisa bertemu.

    Adapun keinginan SBY bertemu dengan Presiden Joko Widodo berkaitan dengan tudingan dirinya di balik demo besar 4 November dan 2 Desember lalu. SBY ingin menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di balik demo tersebut sekaligus mengungkapkan bahwa dia telah disadap perihal percakapannya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia M'aruf Amin.

    Baca: Istana Kepresidenan Bantah Ada Instruksi Penyadapan ke SBY

    Pramono melanjutkan pernyataannya bahwa tidak ada batasan ataupun larangan terhadap figur-figur tertentu untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, dia menegaskan, tidak benar bahwa ada upaya menghalang-halangi Presiden Jokowi bertemu SBY

    "Tidak ada yang menghalang-halangi. Semua tamu yang meminta waktu bertemu Presiden Joko Widodo tentunya menyampaikan keinginan itu kepada Sesneg dan Seskab. Mekanismenya seperti itu," ujarnya.

    Terakhir, Pramono menyampaikan bahwa dirinya akan segera mengabari Presiden Jokowi perihal pernyataan SBY di media. Ia belum bisa menyebutkan kapan waktu tepatnya. "Ini baru selesai sidang kabinet, jadi belum tahu waktunya," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN MP

    Baca juga:
    Setelah Diperiksa Kasus Makar, Rizieq Serukan Bela Ma`ruf Amin
    Ketua RT: Firza Husein dan Keluarga Kurang Bergaul

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.