Dubes AS Kunjungi Bappenas, Bahas Kebijakan Trump?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menandatangani rencana aksi keterbukaan Pemerintah 2016-2017 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 16 Desember 2016. Tempo/Tongam Sinambela

    Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menandatangani rencana aksi keterbukaan Pemerintah 2016-2017 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 16 Desember 2016. Tempo/Tongam Sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang baru Joseph R Donovan menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta pada Rabu pagi 1 Februari 2017.

    Donovan datang bersama wakilnya Brian McFeeters, Chief Executive Officer Millenium Challenge Corporation (MCC) C Dana J Hyde. dan Kepala United States Agency for International Development (USAID) Elizabeth Mc Kee, pada pukul 11.30 WIB.

    "Ini kunjungan pertama saya ke Bappenas. Kami punya komitmen yang kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia lanjut terus, terutama untuk perkembangan kedua negara," ujar Donovan di Jakarta, Rabu 1 Februari 2017.

    Saat disinggung apakah pihaknya membicarakan soal kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump, khususnya terkait keluarnya AS dari Kemitraan Trans Pasifik (TPP), Donovan menyangkalnya. "Kami sama sekali tidak membicarakan itu. Kami baru membicarakan hal-hal yang sudah kami lakukan selama ini," katanya.

    Donovan merupakan diplomat karir Dinas Luar Negeri setingkat 'Class of Minister-Counselor" dan dilantik sebagai Duta Besar AS untuk Indonesia pada 4 November 2016 lalu. Donovan sendiri telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo pada 12 Januari 2017 lalu.

    Sebelum diangkat menjadi dubes, Donovan menduduki posisi Direktur Utama Bagian Washington di American Institute di Taiwan. Ia juga pernah bekerja sebagai penasehat kebijakan luar negeri untuk Kepala Staf Gabungan di Pentagon (2012-2014).

    Ia juga Guru Besar Madya (Associate Professor) di National Defense University di Washington DC (2011-2012) dan pernah menjabat Kepala Deputi Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS (2009-2011).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.