PPATK Kaji Penggunaan Fintech untuk Usut Pendanaan Terorisme  

Reporter

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya akan mempelajari teknik yang digunakan Australian Transaction Reports and Analysis Center (Austrac) dalam mengusut pencucian uang dan pendanaan terorisme. Salah satunya dengan financial technology (fintech).

"Mereka sudah menerapkan fintech. Nah, kami mau belajar bagaimana mereka melaksanakan itu," ucap Kiagus di kantornya, Rabu, 1 Februari 2017.

Baca: PPATK Kerja Sama dengan Australia Putus Aliran Dana Teroris

Selain itu, Kiagus berujar, melalui teknologi tersebut, lembaganya dapat menelusuri asal uang dan tujuan transaksi tersebut. "Yang pasti cara dia men-trace uang. Ada yang mentransfer uang dan mengintegrasikan uang. Itu pula yang umum dalam pencucian uang," tuturnya.

Hari ini, PPATK dan Austrac menandatangani kerja sama menanggulangi tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme. Kerja sama ini meliputi pertukaran informasi intelijen di antara kedua negara.

Ketika ditanyai soal hasil temuan PPATK terhadap aliran dana yang masuk ke jaringan terorisme di Indonesia, Kiagus mengatakan, "Sudah banyak. Cuma, kalau bicara angka, saya tidak hafal."

Baca: Wiranto Ungkap Alasan Gandeng Australia Soal Dana Teroris

Meski begitu, Kiagus menganggap pendanaan terorisme tidak berkaitan dengan asal negara duit tersebut. Menurut dia, ini berkaitan dengan aliran dana secara individual atau kelompok tertentu. "Kami tidak bisa mengatakan, jika negara X mengalirkan dana, negara itu terlibat dalam pendanaan terorisme," ucap Kiagus.

Terkait dengan kerja sama PPATK-Austrac, Kiagus menuturkan lembaganya bakal berfokus sebagai financial intelligence yang tidak terlibat pada penindakan. Ia menyerahkan penindakan hasil kejahatan ini kepada kepolisian Indonesia dan Australia. "Ini bukan hanya soal tangkap-menangkap," katanya.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menyatakan kerja sama antara Indonesia dan Australia penting untuk menjaga kawasan regional Asia Tenggara dan Australia. "Indonesia salah atau mitra strategis yang paling penting bagi Australia, khususnya mengenai keamanan nasional," ujar Keenan.

ARKHELAUS W.

Baca juga:
Soal Video dengan Firza Husein, Rizieq: Itu Semua Fitnah
Bantahan Kubu Ahok & Transkrip Keberatan atas Kesaksian MUI







Tangani Kasus ACT hingga Brigadir J, Ini Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

45 hari lalu

Tangani Kasus ACT hingga Brigadir J, Ini Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

Berikut adalah tugas, fungsi, dan wewenang PPATK dalam memberantas tindak pidana pencucian uang.


Endus Sumber Dana Khilafatul Muslimin dari Luar Negeri, Polisi Gandeng PPATK

19 Juni 2022

Endus Sumber Dana Khilafatul Muslimin dari Luar Negeri, Polisi Gandeng PPATK

Hengki Haryadi mengatakan pihaknya sedang menyelidiki sumber dana dari kelompok Khilafatul Muslimin yang terendus dari luar negeri.


Tangkap 16 Tersangka Teroris, BNPT Tegaskan NII Masih Eksis

31 Maret 2022

Tangkap 16 Tersangka Teroris, BNPT Tegaskan NII Masih Eksis

BNPT menangkap 16 orang terduga teroris yang disebut berafiliasi dengan NII.


Kepala Densus 88: Kami Ingin Perlakukan Pelaku Teroris Sebagai Korban

21 Maret 2022

Kepala Densus 88: Kami Ingin Perlakukan Pelaku Teroris Sebagai Korban

Kepala Densus 88 menyatakan pihaknya menggunakan paradigma baru dengan menempatkan pelaku terorisme sebagai korban.


Densus 88: Penangkapan Meningkat, Aksi Terorisme Menurun

21 Maret 2022

Densus 88: Penangkapan Meningkat, Aksi Terorisme Menurun

Densus 88 menyatakan aksi terorisme di Indonesia dalam dua tahun terakhir menurun setelah mereka melakukan penangkapan secara masif.


Sebelum Pamit, Deddy Corbuzier Sempat Ingin Undang 3 Tokoh Ini ke Podcast

11 Agustus 2021

Sebelum Pamit, Deddy Corbuzier Sempat Ingin Undang 3 Tokoh Ini ke Podcast

Di video terakhir, Deddy Corbuzier mengungkapkan ada tiga tokoh yang ingin diundang untuk berbincang di podcastnya.


Terduga Teroris Ditangkap di Bogor, Camat: Betul Warga Kami, Penjual Kimia

15 Juni 2021

Terduga Teroris Ditangkap di Bogor, Camat: Betul Warga Kami, Penjual Kimia

Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra membenarkan telah telah terjadi penangkapan terduga teroris di wilayahnya pada Senin, 14 Juni 2021.


Napi Terorisme Dikurung di Gunung Sindur, Kemenkumham: Sejak Aksi Teroris Marak

16 April 2021

Napi Terorisme Dikurung di Gunung Sindur, Kemenkumham: Sejak Aksi Teroris Marak

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo menjelaskan alasan mengapa menempatkan napi terorisme di Lapas Gunung Sindur.


Densus 88 Tangkap PNS dan Nelayan Terduga Teroris di Aceh

22 Januari 2021

Densus 88 Tangkap PNS dan Nelayan Terduga Teroris di Aceh

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris di Aceh pada 21 Januari 2021. Satu orang merupakan PNS dan lainnya nelayan


Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Banten, Kelompok Jamaah Islamiyah

9 November 2020

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Banten, Kelompok Jamaah Islamiyah

Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu terduga teroris bernama Ahmad Zaini alias Ahyar alias Ahyas alias Epson di Banten.