Dugaan Korupsi Masjid, Setelah Sylvi Polisi Usut Kontraktor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri melakukan cek fisik masjid masjid Al-Fauz di komplek kantor Wali Kota Jakarta Pusat, 16 Januari 2017. Pengecekan ini merupakan bagian dari penyelidikan kasus dugaan korupsi. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri melakukan cek fisik masjid masjid Al-Fauz di komplek kantor Wali Kota Jakarta Pusat, 16 Januari 2017. Pengecekan ini merupakan bagian dari penyelidikan kasus dugaan korupsi. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terus mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Penyidik memeriksa sejumlah pihak, termasuk Sylviana Murni dan kontraktor pembangunan masjid tersebut.

    Kontraktornya adalah PT Ganiko Adiperkasa. "Manajemen Ganiko sudah diperiksa," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca : Kasus Masjid, Sylviana Murni Diperiksa 7 Jam

    Martinus enggan menjelaskan waktu dan hasil pemeriksaan tersebut. Yang jelas, kata dia, dalam kasus ini setidaknya 20 saksi sudah diperiksa, termasuk Sylviana Murni, yang menjabat Wali Kota Jakarta Pusat ketika masjid itu dibangun. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta itu diperiksa polisi kemarin.

    Ganiko merupakan perusahaan spesialis konstruksi. Perusahaan ini juga membangun masjid di kompleks Balai Kota pada 2015, yang menelan dana Rp 18 miliar. Pada 2016, Ganiko mendapat proyek rumah susun di Marunda, Jakarta Utara, sebanyak 300 unit. Pembangunan rusun ini sempat dihentikan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama karena konstruksinya tak sesuai.

    Baca : Dugaan Korupsi Masjid, Saefullah Ungkap ini

    Ganiko belum bisa dimintai konfirmasi. Di kantornya yang berlantai dua di Jalan Taman Buaran Indah Blok U Nomor 238, Tempo hanya disambut seorang staf bernama Paul. Direktur Ganiko, Hamdani Kosen, sedang tak ada. Paul tak tahu-menahu ihwal pembangunan Masjid Al-Fauz. Hamdani sempat menjawab panggilan dari Tempo. Tapi, ketika dijelaskan maksud wawancara, ia mengatakan, "Salah sambung."

    Martinus mengungkapkan, penyidik berfokus pada proses perencanaan hingga penganggaran. Pembangunan masjid dimulai pada 2010 dengan anggaran Rp 27,5 miliar. Pada 2011, ada tambahan anggaran sekitar Rp 5,6 miliar untuk penyelesaian dan interior masjid. "Berarti ini anggaran jamak," ujarnya.

    Dalam laporan hasil pemeriksaan keuangan Jakarta 2010, Badan Pemeriksa Keuangan menyebutkan pembangunan masjid dimulai pada 2008. Ketika itu, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 629.033.103 untuk perencanaan dan Rp 749.647.000 untuk pembangunan. Anggaran tersebut baru terealisasi pada 2010.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.